oleh

Terkait Jembatan Pelayangan, Kadis PUPR Kota Subulussalam Segera Surat BPKP Aceh

ACEH – Pekerjaan pembangunan Jembatan Pelayangan yang menghubungkan Kecamatan Longkib dengan Kota Subulussalam dalam dugaan serat dengan Masalah. Rabu,17/2/2021.

Pembangunan Jembatan Pelayangan itu dikerjakan oleh CV. KANPURA ALAM NANGGROE yang bersumber dari Dana OTSUS Tahun 2020 senilai Rp.9,400.000.000,- Dengan Masa Kontrak kerja 73 ( Tujuh Puluh Tiga ) hari kelender.

Soal Pekerjaan Jembatan Pelayangan mereka tetap diberikan denda Sesuai dengan aturan Saat penandatangan Kontrak Kerja.

Kepala Dinas PUPR Kota Subulussalam Ir. Alhaddin mengatakan, mengenai Kegiatan Pembangunan yang mana saja tidak sesuai Spec, segera kita Surati BPKP Aceh untuk mengaudit Secara khusus Pekerjaan Pembangunan Jembatan Pelayangan itu, dan ini sudah kita kordinasikan dengan Inspektorat.

Dari hasil koordininasi, pihak Inspektorat Kota Subulussalam menyarankan kepada kami Dinas PUPR menyurati BPKP Aceh. Imbuhnya.

Terkait mengenai laporan yang kami terima bahwa Upah Pekerja belum dibayar oleh Kepala Tukang, itu bukan Ranah kami dari PUPR. Itu masalah internal antara Kepala Tukang dengan Pekerjanya. Tambahnya.

Kalo Masalah pekerjaan kurang bagus dan dikatakan tidak sesuai dengan Spek, itu sebabnya kita akan Surati BPKP Aceh untuk Mengaudit Secara khusus. Ujarnya pula.

Sesuai dengan Pasal 2 dan 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 192 Tahun 2014 Tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (Bpkp). BPKP Mempunyai tugas menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang Pengawasan Keuangan Negara/Daerah dan Pembangunan Nasional. Tutup Kadis PUPR Subulussalam menerangkan.@Sabirin Siahaan

Komentar

News Feed