oleh

Tempat Tinggal Warga di Kampung Dungushaur Surianeun, Jadi Langganan Banjir Saat Musim Hujan

PANDEGLANG, – Permukiman Warga di Kampung Dungushaur, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menjadi langganan banjir di musim hujan, Dataran pemukiman di area perdesaan tersebut terendam, dan terlihat memperhatikan.

Banjir yang meluap hingga di jalanan, dan sudah menjadi langganan menimbulkan kesulitan warga kampung untuk aktivitas terutama pada masyarakat yang profesinya sebagai petani dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah lumpuhnya jalur transportasi, serta mengurangi pendapatan petani padi akibat pesawahan serta daratan terendam air.

Kepada wartawan sebut saja Ibu Iah, Warga Kampung Dungushaur Rt 017, Rw 003 mengatakan, banjir yang meluap hingga jalanan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Kendaraan yang lewat mengakibatkan air masuk kedalam rumah yang dikhawatirkan akan merusak sarana dan prasarana karena terjangan air.

“Setiap kendaraan roda empat (mobil) lewat terjangan air kencang masuk kedalam warung, sehingga aktivitas berjualan terganggu dengan dampak banjir tersebut,” terang Iah pada Rabu (15/09/2021) lewat panggilan video call WhatsApp.

Masih dikatakannya, Banjir bisa menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana, karena banjir yang menerjang bisa merusak areal persawahan penduduk, Banjir yang meluap hingga di jalanan dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah lumpuhnya jalur transportasi.

“Dampak banjir bagi masyarakat dapat menimbulkan masalah kesehatan dari air kotor yang menggenang, masalah kesehatan pun tidak dapat dihindari, kerugian ekonomi, sulitnya air bersih, dan aktivitas terhambat,” terangnya.

Ia mengungkapkan, masalah kesehatan
ketika air kotor dalam menggenang, masalah kesehatan pun tidak dapat dihindari. Beragam wabah gangguan kesehatan lebih mudah menyebar dan menyerang, khususnya kaum lanjut usia dan anak-anak.

“Kami berharap pemerintah prioritaskan untuk menurunkan tim kesehatan, dan pemberian bantuan sembako, hal itu dibutuhkan sebab aktivitas warga terhambat dalam mencari penghasilan saat saat kondisi banjir melanda,” tutupnya.

Sementara itu, Sabda relawan yang aktif dibidang sosial kemanusiaan mengatakan, dampak banjir bagi masyarakat yang paling sederhana adalah terendamnya rumah sehingga membuat mereka kesulitan beraktivitas mencari penghasilan seperti biasanya.

“Di kampung ini (Dungushaur) setiap musim hujan turun sudah menjadi langganan banjir, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama di Rt 017, Rw 003 jalan rawan banjir, ditambah curah hujan yang akan terus semakin meninggi,” kata Sabda.

Ia meminta kepada Pemerintah Daerah Pandeglang melalui Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang agar meninjau warga khususnya di Kampung Dungushaur Rt 017, Rw 003 yang saat ini sedang kebanjiran.

“Kami selaku relawan berharap kepada pemerintah agar berkontribusi dan partisipasi, serta mencari solusi terhadap warga terdampak banjir, apalagi banjir tersebut sudah menjadi langganan disaat musim hujan, sehingga warga masyarakat khususnya di kampung Dungushaur Rt 017, Rw 003 dapat terbantu,” tutup Sabda. @Kasman

Komentar

News Feed