oleh

Tahun 2020, Kejagung Tangkap 61 Buronan

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap 61 buronan sepanjang tahun 2020. Penangkapan buronan merupakan bagian dari Program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 yang dicetuskan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan Program Tabur 32.1 merupakan program untuk memburu buronan pelaku kejahatan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 September 2020.

” Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 September 2020.

Dalam penangkapan ke-61 itu Kejagung menangkap buron Zafrul Zamzami. Dia adalah buronan terpidana kasus bantuan dana bergulir koperasi untuk pengembangan usaha dan penggemukan sapi potong impor dari Menteri Koperasi dan UMKM pada 2003.

Zafrul Zamzami ditangkap Selasa, 1 September 2020 di Wisma Indah VI Blok Y Nomor 4, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Pelaku ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat pada Selasa, 1 September 2020,” kata Hari.

Hari menjelaskan, Zafrul diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Muaro, berdasarkan Putusan Nomor: 126/ Pid.B/2006/PN.MR tanggal 26 Juni 2007. Dia dipidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara. Serta dihukum membayar ung pengganti sebesar Rp 2.239.797.800 miliar dan biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Sebelum menangkap Zafrul, Kejagung juga menangkap terpidana Joko Susilo, buronan kasus korupsi pejualan aset tanah Pemerintah Kabupaten Sarolangon, Provinsi Jambi Tahun 2005. Perkara itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 12,9 miliar.

Joko ditangkap pada Selasa, 1 September 2020 di kediamannya, Jalan Pattimura, Kenali Besar, Alam Barajo Kota Jambi, Jambi.

“Ketika periode pemerintahan Kabupaten Sarolangun tahun 2001-2005, dipimpin oleh Bupati yang dijabat oleh terdakwa H Madel dan Sekda Hasan Basri Harun, telah melepas aset Pemerintah Kabupaten Sarolangon berupa tanah seluas sekitar 24 hektare kepada Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemkasa yang diketuai oleh terpidana Joko Susilo,” tutur Hari@mi

Komentar

News Feed