Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan tools bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan dan mengkolaborasikan poin yang terdapat pada tridharma perguruan tinggi. Yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta yang menjadi puncaknya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dalam hal ini, Tim KKN Universitas Lampung yang sedang KKN di Desa Sri Tunggal mengadakan sosialisasi stop bullying di sekolah MIN 4 Sri Tunggal, Buay Bahuga, Way Kanan, Lampung, Selasa 16 Januari 2024.
Mengingat masih maraknya kasus bullying di sekolah, proses internalisasi dan sosialisasi kepada anak-anak SD sederajat untuk memahami dampak buruk bullying di sekolah menjadi urgen. Tim KKN berkoordinasi dengan pihak kampung dan pihak sekolah untuk menggelar kegiatan ini.
Irfan Mukhlish Hakim selaku tim Publikasi dan Dokumentasi (PDD) sekaligus narasumber kegiatan mengatakan “Kami menggelar sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait perundungan itu sendiri. Terutama efek perundungan yang bisa menimbulkan trauma hingga dewasa. Sudah semestinya satuan pendidikan memberikan pemahaman mengenai perundungan kepada seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.”
Fenomena bullying kerap terjadi pada siswa ataupun mahasiswa dalam bentuk. Oleh karena itu target kegiatan adalah siswa kelas 4, 5, dan 6. Bullying adalah fenomena yang telah
lama terjadi di kalangan anak dibawah
umur. Kasus bullying biasanya menimpa
anak sekolah. Pelaku bullying akan
mengintimidasi/mengejek kawannya
sehingga kawannya tersebut jengkel. Atau
lebih parah lagi, korban bullying akan
mengalami depresi dan hingga timbul rasa
untuk bunuh diri. Bullying harus dihindari
karena bullying mengakibatkan korbannya
berpikir untuk tidak berangkat ke sekolah
karena di sekolahnya ia akan di bully oleh
si pelaku, urai Irfan.
Irfan selaku pemateri menekankan Perilaku bullying di lingkungan sekolah dapat menciptakan
suasana lingkungan yang kurang mendukung terhadap perkembangan siswa, baik dalam
bidang akademik maupun bidang sosial. Perilaku bullying dapat mengganggu kedehatan mental siswa, sehingga
mereka merasa tidak diinginkan dan ditolak oleh lingkungannya.
Selain penekanan untuk internalisasi, materi pada sosialisasi ini juga memberikan edukasi-edukasi mengenai bullying terkait hukuman, jenis-jenis bullying, dan dampak bagi pelaku atau korban secara fisik dan mental.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuat para guru untuk selalu mengajarkan kepada anak-anak mengenai edukasi tentang bullying dan dampaknya bagi korban. Karena sosialisasi ini tidak akan memberikan impact yang besar jika tidak ada dukungan dari stakeholder terkait, terutama guru-guru disekolah, orang tua, dan aparatur setempat.
Koordinator Desa, Branden Jaya Tivantara mengatakan “Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya ada monitoring tindak lanjut mengenai fenomena bullying ini yang diinisiasi oleh orang tua dan guru di sekolah, sehingga anak-anak benar-benar menyadari bahwa bullying berdampak buruk untuk kesehatan mental” kata Branden.
Petrus Sumarno








