MEDIA POLRI – Dinamika di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menghangat setelah dua nama perwira tinggi bintang tiga, Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, disebut sebagai kandidat kuat pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memasuki masa purna tugas, Minggu (14 September 2025).
Keduanya memiliki rekam jejak panjang dan prestasi di bidangnya masing-masing. Komjen Dedi Prasetyo, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990, saat ini menjabat sebagai Wakapolri. Figur senior ini dinilai memiliki keunggulan dalam hal kedekatan dengan rantai komando dan pengalaman memimpin di berbagai posisi strategis. Dedi dianggap sebagai sosok yang mampu menjaga kesinambungan program reformasi internal Polri sekaligus mengawal stabilitas organisasi.
Sementara itu, Komjen Suyudi Ario Seto, lulusan Akpol 1994, kini mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Namanya mencuat berkat kiprahnya dalam menangani berbagai kasus kriminal dan narkotika skala besar. Suyudi dipandang sebagai figur yang energik, inovatif, serta merepresentasikan generasi baru kepemimpinan Polri. Sejumlah pihak bahkan menyebut peluang Suyudi dapat mengulang sejarah seperti era Presiden SBY, saat Kepala BNN kemudian dipercaya menjadi Kapolri.
Pengamat menilai, penunjukan Kapolri selanjutnya akan mempertimbangkan beberapa faktor penting, mulai dari senioritas, rekam jejak, hingga kemampuan memimpin reformasi kelembagaan. Selain itu, dukungan politik dari Presiden dan DPR menjadi kunci dalam menentukan siapa yang akan memegang tongkat komando Polri ke depan.
Di sisi lain, masyarakat luas menaruh perhatian besar pada proses pergantian pucuk pimpinan Polri ini. Publik berharap sosok Kapolri baru bukan hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki visi membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, sehingga Polri semakin dipercaya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.@Tgk Zunet







