POLRI

Senyum Arraiyan Kembali Mekar, Sentuhan Hangat Kapolsek Beringin Jadi Obat Luka Pasca Penculikan

0
×

Senyum Arraiyan Kembali Mekar, Sentuhan Hangat Kapolsek Beringin Jadi Obat Luka Pasca Penculikan

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG – Dibalik tegasnya seragam coklat dan dinginnya proses penyidikan hukum, tersimpan hati yang hangat dan penuh kasih sayang. Inilah yang ditunjukkan oleh Kapolsek Beringin, IPTU Muhammad Hafiz Ansar, M.H., usai berhasil menggagalkan aksi penculikan terhadap balita malang, Arraiyan (3 tahun). Jumat (24/4/2026).

Tak lama setelah memastikan kedua pelaku diamankan dan proses hukum berjalan, langkah kaki Kapolsek Beringin justru mengarah ke tempat di mana senyum itu sempat hilang, kediaman keluarga Arraiyan. Dengan wajah teduh dan tangan terbuka, IPTU Hafiz Ansar datang bukan sebagai aparat penegak hukum yang kaku, melainkan sebagai “kakak” dan pelindung yang ingin memastikan sang buah hati benar-benar pulih.

550x300

Dalam kunjungannya yang penuh kehangatan itu, Kapolsek membawa serta sebuah hadiah sederhana namun bermakna besar: sebuah mainan kesukaan anak-anak. Saat mainan itu diserahkan, mata kecil Arraiyan yang sebelumnya mungkin masih diliputi ketakutan, perlahan mulai berbinar.

Perlahan tapi pasti, tawa renyah kembali terdengar. Wajah mungil yang sempat dibayangi trauma akibat kejadian naas di Gang Sedulur, Dusun Rahayu, kini mulai kembali ceria. Sang ibu, yang masih menahan haru melihat anaknya bermain, mengucapkan syukur mendalam. “Alhamdulillah, anak saya sudah mulai senang lagi. Terima kasih Bapak Kapolsek, terima kasih Polisi,” ucapnya lirih.

Prioritas Adalah Kebahagiaan Anak
Melihat senyum itu terkembang, IPTU Muhammad Hafiz Ansar tampak lega. Bagi beliau, menangkap pelaku hanyalah sebagian dari tugas. Tugas yang sesungguhnya adalah mengembalikan rasa aman dan kebahagiaan kepada korban.

“Bagi kami, kebahagiaan anak adalah prioritas yang harus dijaga. Seragam ini kami kenakan bukan hanya untuk menindak kejahatan, tapi juga untuk melindungi senyuman mereka,” ujar Kapolsek Beringin dengan nada lembut saat mendampingi Arraiyan bermain sesaat.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam statistik kasus yang terungkap, tetapi hadir dalam sentuhan kasih yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Aksi menjenguk dan memberikan hiburan ini adalah bentuk community policing (polisi masyarakat) yang paling tulus: memastikan bahwa luka batin seorang anak segera tertutup oleh kegembiraan.

Kasus penculikan Arraiyan mungkin telah usai secara hukum dengan ditahannya dua tersangka, namun kisah kemanusiaan ini terus berlanjut. Langkah Kapolsek Beringin mengingatkan kita semua bahwa di setiap ujung tongkat keadilan, harus selalu ada ruang untuk kasih sayang.

Senyum Arraiyan hari ini adalah kemenangan terbesar bagi Polsek Beringin. Sebuah pesan kuat bahwa Sentuhan Kasih Polri mampu mengubah air mata menjadi tawa, dan ketakutan menjadi harapan baru.
Selamat bermain lagi, Nak. Senyummu adalah semangat kami.@Yan

error: mediapolri.id