oleh

Secara Virtual, TNI-AL Gelar Sidang Wanbangopstik LXXVI 2021 Di Koarmada II

SURABAYA – TNI Angkatan Laut menggelar Sidang Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik (Wanbangopstik) LXXVI Tahun 2021, yang tahun ini dilaksanakan di Komando Armada II Surabaya, pada Kamis (15/07/2021).

Sidang yang digelar selama Dua hari kedepan ini, dibuka secara resmi oleh Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksda TNI. Dadi Hartanto M.Tr. (Han). yang terhubung secara virtual dari Mabes TNI-AL Cilangkap.

Acara tersebut dengan mengusung tema “TNI Angkatan Laut Melaksanakan Sidang Wanbangopstik LXXVI Tahun 2021 Guna Menyusun Petunjuk Operasional Dan Taktis Dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut”.

Panglima Koarmada II Laksda TNI. Dr. Iwan Isnurwanto S.H., M.A.P., M.Tr.(Han). mengikuti langsung pembukaan Sidang Wanbangopstik LXXVI 2021, yang dilaksanakan terpusat di Gedung Candrasa Koarmada II.

Sidang ini, juga diikuti dari satuan masing-masing oleh Koarmada I, Koarmada III, Kodiklatal, Kolinlamil, Kormar, Pushidrosal dan Puspenerbal.

Dalam sambutannya, Asops Kasal mengatakan, bahwa Sidang Wanbangopstik merupakan forum yang bernilai strategis bagi para Perwira pengawak organisasi untuk terlibat secara aktif dalam diskusi akademis, berdasarkan referensi yang jelas dan pengalaman operasi yang akan mewarnai cara bertempur dan pencapaian kinerja TNI-AL.

Asops Kasal berharap, dalam forum tersebut akan terlaksana pemutakhiran produk piranti lunak yang mampu menjawab tuntutan tugas serta tantangan TNI-AL ke depannya nanti.

Materi yang dibahas dalam sidang Wanbangopstik kali ini antara lain mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) Pusat Komando dan Pengendalian TNI-AL, Juknis Gladi Tugas Tempur Pangkalan, Juknis Penyelenggaraan Operasi Dukungan Angkutan Laut, Juknis Gladi Tugas Tempur Satuan Survet Oseanografi, Juknis Gladi Tugas Tempur Marinir, Juknis Prosedur dan Penanganan Perkara Pidana di Laut, dan Juknis Gladi Tugas Tempur Pesawat Udara.

Diakhir sambutannya, Asops Kasal memberikan penekanan, agar peserta melaksanakan diskusi forum secara serius dan sistematis, guna menggali pengembangan pemikiran- pemikiran baru yang kreatif dan solutif serta inovatif.

“Diskusi harus dapat dipertanggung jawabkan, berdasarkan referensi yang jelas dan yang terakhir menemukan solusi yang terbaik, dalam rangka menyusun buku petunjuk baru sesuai dengan dinamika perkembangan saat ini,” tutupnya.

@Red

Komentar

News Feed