oleh

Satreskrim Polres Katingan Berhasil Ungkap Penemuan Mayat Seorang Wanita

KALTENG – Polda Kalteng Polres Katingan, Sumini (68) warga jalan Telkom, Desa Hampalit, Kec. Katingan Hilir, Kab. Katingan, Prov. Kalteng, penemuan mayat di selokan belakang barak dengan posisi tertelungkup beberapa waktu lalu adalah korban Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan dan mengakibatkan korban meninggal dunia, Sabtu, (03/07/2021) kemaren.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, S.I.K., M.H, melalui Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto, S.H. saat dikonfirmasih awak media membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada hari selasa 29 Juni 2021, sekitar pukul 21.30 WIB.

Satreskrim polres katingan mendapat laporan adanya penemuan mayat seorang wanita dewasa ditemukan di belakang barak jalan Telkom, Desa Hampalit, Kec. Katingan Hilir, Kab.Katingan, Prov. Kalteng. Kemudian anggota satreskrim bersama dengan unit Identifikasi langsung berangkat ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan dari hasil olah TKP serta hasil identifikasi didapati bahwa korban Saudari, Sumini adalah korban pembunuhan karena di temukan ada bekas kekerasan pada bagian wajah serta kepala korban.” Pungkas kasat reskrim

Kemudian Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto, S.H langsung membentuk Tim Khusus dengan melibatkan Unit Pidum, Unit Identifikasi dan Unit Jatanras Polres Katingan untuk mengungkapan perkara penemuaan mayat tersebut.

Dari keterangan beberapa saksi yang didapatkan oleh Tim mengarah kepada ciri – ciri pelaku dan posisi keberadaan pelaku, kemudian Tim langsung melakukan gelar perkara untuk mengatur langkah – langkah selanjutnya.

Pada hari jum’at 02 Juli 2021 sekitar pukul 08.10 WIB, Tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto, S.H, berangkat menuju Parenggean (Kotim) untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, setelah tiba di parenggean Tim berkordinasi dengan Kepolisian setempat untuk membeck up penangkapan terhadap pelaku dan sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku Saudara Zaenal Mustopa Alias Gepeng berhasil di amankan dan langsung dibawa ke Polres Katingan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Dari pengakuan pelaku Saudara Zaenal Mustopa Alias Gepeng ia melakukan aksinya tersebut di karenakan pada waktu itu pelaku melihat korban menghitung sejumlah uang di ruang tamu baraknya sehingga pelaku tergiur untuk mengambil uang korban tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku bahwa peristiwa tersebut terjadi pada saat pelaku mengambil barang berharga milik korban berupa 1 (satu) buah Kalung emas, 1 (satu) pasang anting emas, 1 (satu) buah gelang warna kuning, 1 (satu) buah cincin batu akik, uang sebesar Rp. 3.472.000, pada waktu itu korban Saudari Sumini melakukan perlawanan sambil berteriak minta tolong sehingga membuat pelaku panik dan memukul korban dengan menggunakan tangan kanan yang mengenai bagian pelipis korban sebanyak 1 (satu) kali dan di bagian pipi korban sebelah kiri sebanyak 1 (satu) kali, tetapi korban masih berteriak kemudian pelaku mencekik leher korban namun korban masih bisa kembali berteriak yang membuat pelaku semakin panik dan takut aksinya dipergoki oleh warga mendengar teriakan korban, pelaku kemudian mengambil batako diluar rumah korban kemudian batako tersebut di pukulkan pelaku kekepala korban bagian belakang sebanyak 1 (satu) kali dan bagian pipi sebelah kiri sebanyak 1 (satu) kali, setelah mendapat pukulan dari batako tersebut korban tidak bergerak lagi dan kemudian korban langsung diseret pelaku ke belakang barak korban dan dibuang di selokan dengan posisi tengkurap kemudian pelaku langsung kabur.

Barang Bukti yang berhasil di amankan baju Korban Saudari Sumini, potongan Batako 1 (satu) buah, 1 (satu) buah Kalung emas, 1 (satu) buah cincin batu akik, 1 (satu) pasang anting emas, 1 (satu) buah Gelang warna Kuning, Uang sebesar Rp. 550.000, 1 (satu) buah Tas kecil warna biru motif bunga,1 (satu) buah tas pinggang warna abu – abu rokok,1 (satu) buah Kacamata.

Terhadap tersangka di kenakan Pasal 365 Ayat 3 KUHP (Dugaan Tindak Pidana Pencurian dengan didahului,disertai, atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang lain sehingga perbuatan itu mengakibatkan orang meninggal) dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara.@ Herry.f

Komentar

News Feed