POLRI

Satgas Damai Cartenz Kantongi Identitas Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

0
×

Satgas Damai Cartenz Kantongi Identitas Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial. Keduanya dipastikan merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang telah diidentifikasi kepolisian.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan identifikasi dilakukan setelah pihaknya menyandingkan cuplikan video dengan data serta ciri-ciri yang telah dimiliki kepolisian.

550x300

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Kombes Pol. Yusuf saat dikonfirmasi media, Jumat (11/9/2026).

PN dan KT diduga merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Keduanya juga diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua, termasuk penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak.

Selain itu, keduanya disebut memiliki keterlibatan dalam perkara penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut kemudian berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.

“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.

Sementara itu, kasus terbaru terjadi pada 9 September 2026. Tiga warga sipil yang diketahui merupakan ASN menjadi korban penembakan saat dalam perjalanan kembali menuju Kabupaten Wamena. Sebelumnya, ketiganya melaksanakan kegiatan pemberian bantuan ternak anak babi, pengecekan lahan cetak sawah, serta penyuluhan terkait peternakan.

Dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpangi korban diduga dihadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti. Ketiga korban kemudian diminta turun dan digiring ke bagian belakang kendaraan. Tidak lama kemudian terdengar tiga kali letusan senjata api. Para pelaku selanjutnya melarikan diri dari lokasi.

Berdasarkan penyelidikan awal, para pelaku diduga membawa dua pucuk senjata api laras panjang dan sejumlah parang ketika meninggalkan lokasi. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk motif serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Satgas Damai Cartenz juga telah melakukan penebalan kekuatan personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses pencarian dan pengejaran terhadap PN, KT serta pihak lain yang diduga terlibat.

“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” tegas Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan setiap informasi dan alat bukti yang diperoleh akan terus dikembangkan sesuai prosedur hukum.

“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” ujar Faizal.

Faizal menambahkan, petugas akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila dalam proses penegakan hukum menghadapi perlawanan, dengan tetap berpedoman pada prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, tiga jenazah korban penembakan telah dipulangkan ke daerah masing-masing. Satu jenazah dipulangkan pada Kamis (10/9/2026), sementara dua jenazah lainnya dipulangkan pada Jumat (11/9/2026).

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat Jayawijaya, khususnya Wamena, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Adarma.

Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan para DPO maupun informasi lain yang dapat membantu pengungkapan kasus agar segera menyampaikannya kepada kepolisian. Identitas pemberi informasi dijamin kerahasiaannya.

Satgas Damai Cartenz turut mengimbau petugas kedinasan maupun instansi terkait yang akan melaksanakan kegiatan di lapangan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna memastikan kegiatan berjalan aman.

Hingga kini, pencarian terhadap PN, KT dan pihak lain yang diduga terlibat masih terus dilakukan. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan seluruh informasi dan alat bukti akan dikembangkan untuk mengungkap kasus penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya serta memproses pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum.@Red