POLRI

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Gelar Lomba Mural 

0
×

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Gelar Lomba Mural 

Sebarkan artikel ini

MALANG KOTA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Polda Jatim menggelar lomba mural bertema “Suara Kita” di Malang Creative Center (MCC), Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 gedung MCC tersebut menjadi wadah kolaborasi kreatif bagi 47 peserta dari berbagai komunitas seni mural di Kota Malang.

550x300

Lomba mural dibuka secara resmi oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kompetisi.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aktivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui lomba mural ini, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi kreatif yang edukatif bahkan boleh kritikan membangun,” ujar Kombes Putu Kholis.

Menurutnya, seni mural merupakan media komunikasi visual yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial secara menarik dan mudah diterima masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah preemtif dan preventif dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas kreatif, khususnya generasi muda.

“Momentum ini menjadi komitmen kepolisian dalam menghadirkan pendekatan humanis melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmat Adji Prabowo menjelaskan bahwa lomba mural tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga memiliki tujuan strategis membangun kesadaran sosial.

“Kami ingin merangkul para pelaku seni, termasuk generasi muda dan penyandang disabilitas, agar dapat menyalurkan kreativitasnya secara positif dan produktif,” jelas AKP Rakhmat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah aksi vandalisme yang kerap merusak fasilitas umum.

“Vandalisme sering muncul karena pelampiasan emosi atau sekadar ingin eksistensi, seperti mencoret tembok tanpa izin sehingga merugikan lingkungan dan melanggar norma sosial maupun hukum,” tegasnya.

Ia berharap melalui wadah resmi seperti lomba mural, para seniman dapat mengekspresikan karya secara legal, terarah, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu menekan potensi vandalisme di ruang publik.

Berbagai karya yang ditampilkan peserta tidak hanya menonjolkan sisi artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan sosial kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta maupun pengunjung yang hadir. Selain menjadi sarana hiburan dan kreativitas, lomba mural juga dinilai mampu memperkuat ekosistem seni kreatif di Kota Malang.

Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif.@Red

error: mediapolri.id