oleh

Demo 6-8 Oktober, Polda Metro Jaya Tidak akan Keluarkan Izin

JAKARTA – Polda Metro Jaya tidak mengizinkan unjuk rasa buruh terkait penolakan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) pada 6-8 Oktober 2020. Pelarangan lantaran kasus penyebaran covid-19 (korona) di DKI Jakarta masih tinggi.

“Polri tidak akan pernah mengeluarkan izin untuk pelaksanaan demonstrasi. Sekarang masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Covid-19 di Jakarta ini cukup tinggi 1.000 (kasus) per hari,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2020.

Polisi khawatir unjuk rasa berpotensi menimbulkan klaster baru. Dia menyebut pelarangan juga berlaku di sejumlah wilayah di bawah hukum Polda Metro Jaya.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Unjuk rasa dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan sekitar 2 juta buruh.

Presiden KSPI Said Iqbal menyebut unjuk rasa akan diadakan di masing-masing perusahaan/pabrik tempat para buruh bekerja, pada 6-8 Oktober dari pukul 06.00 WIB-18.00 WIB.

Sebelumnya, mayoritas fraksi partai di DPR dan perwakilan DPD sepakat mengesahkan RUU Ciptaker di tingkat 1. Hanya Fraksi Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak pengesahan di tingkat panitia kerja (panja) itu.

Dengan persetujuan itu, RUU Ciptaker segera disetujui dalam rapat paripurna. Persetujuan itu di tengah penolakan masyarakat.@mi

Komentar

News Feed