POLRI

Rangkul Semua Elemen, Polda Bali dan MPUK Bangun Konsolidasi Lintas Iman Jelang Nataru

0
×

Rangkul Semua Elemen, Polda Bali dan MPUK Bangun Konsolidasi Lintas Iman Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini

DENPASAR — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Polda Bali melalui Ditintelkam menggelar pertemuan strategis bersama Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) se-Bali, melibatkan tokoh adat dan ormas lintas agama. Tatap muka berlangsung hangat di Restaurant Segara Bambu, Denpasar Utara, Kamis (04/12), sebagai langkah memperkuat sinergi pengamanan gereja sekaligus menjunjung tinggi nilai kerukunan antarumat beragama.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Ditintelkam Polda Bali, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, GP Ansor, KOKAM Pemuda Muhammadiyah, serta pengurus MPUK dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

550x300

Pembimas Kristen Kemenag Bali, Eva Florida Simanjuntak, M.Sn., memberikan apresiasi atas hadirnya berbagai unsur lintas iman dalam satu forum. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan saat perayaan keagamaan dapat tercapai bila komunikasi antara Gereja, Desa Adat, dan ormas keagamaan terjalin sejak dini.

Dari MDA Bali, Dr. I Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, S.H., menyampaikan bahwa keberadaan pacalang bukan hanya melindungi adat istiadat Bali, melainkan juga menjaga keamanan seluruh warga, tanpa memandang keyakinan. Ia menekankan bahwa gereja yang memerlukan bantuan keamanan dapat mengajukan permohonan resmi kepada Desa Adat setempat.

Dukungan serupa disampaikan GP Ansor. Perwakilannya, Hazli Hidafi, menyebut bahwa Banser siap memperkuat pengamanan ibadah sebagai wujud solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan.
Senada, perwakilan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Nurkholis Abdillah menyatakan komitmennya mencegah penyebaran paham radikalisme serta bekerja sama di bawah koordinasi Polda Bali demi menjaga keamanan masyarakat.

Polda Bali pada kesempatan itu menekankan pentingnya kesiapan internal gereja, mulai dari pengaturan kapasitas jemaat, penyesuaian jadwal ibadah, penataan parkir, koordinasi dengan petugas lalu lintas, hingga kesiapan unsur keselamatan seperti APAR, P3K, dan jalur evakuasi darurat. Peningkatan kewaspadaan terhadap orang tak dikenal juga menjadi poin utama.

Forum tersebut turut membahas potensi isu intoleransi yang rawan muncul dalam momentum perayaan besar keagamaan. Karena itu, Polda Bali mendorong gereja-gereja untuk berkoordinasi lebih awal dengan desa adat dan komunitas sekitar agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan harmonis.

Pertemuan lintas elemen ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru bukan hanya tugas Polri. Melainkan, sebuah kolaborasi menyeluruh antara Gereja, Desa Adat, aparat keamanan, dan ormas lintas agama sebagai simbol toleransi serta komitmen bersama menjaga Bali tetap damai.#Red

error: mediapolri.id