oleh

Ramai Soal Kitab Injil Bahasa Minang dan Aceh, Mantan Menteri Agama Sebut Positif

JAKARTA, Mediapolri – Adanya Kitab Injil berbahasa Aceh, lalu disusul Bahasa Minang di Play Store Google mendapatkan respon keberatan dari kedua masyarakat darah tersebut. Namun, melalui akun Twitternya, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin malah mengatakan hal tersebut positif.

“Penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa daerah amat positif,”ujar Lukman dalam akun Twitter miliknya @lukmansaifuddin, yang dikutip Reqnews, Sabtu, 6 Juli 2020.

Lukman juga menyampaikan bahwa kitab suci berhasa daerah akan semakin kitab suci itu dipahami dan semakin tersebar nilai kebajikan untuk sekitar.

“Menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa daerah itu tak hanya boleh, bahkan amat disarankan, agar semakin banyak warga daerah yang memahami isi Kitab Suci agamanya. Semakin Kitab Suci dipahami, semakin tersebar nilai kebajikan di sekitar kita,” ujar Lukman

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah mengirim surat ke Menkominfo Johnny G Plate guna meminta Kemenkominfo menghapus aplikasi Kitab Suci Injil Minangkabau dari Play Store Google. Dalam surat yang beredar, ada dua alasan Gubernur Sumbar meminta aplikasi Injil berbahasa Minang dihapus.

Pertama, masyarakat Minangkabau disebut sangat keberatan dan resah dengan aplikasi itu. Kedua, aplikasi tersebut dinilai bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami harapkan Bapak (Menkominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika dapat menghapus aplikasi tersebut dari Play Store Google dan menghindari kemungkinan munculnya aplikasi sejenis di kemudian hari,” demikian bunyi surat Irwan yang beredar di media sosial.

Sebelumnya juga warga Aceh dihebohkan dengan adanya “Kitab Suci Aceh” di layanan Google Play Store. Aplikasi tersebut dinilai provokatif dan telah meresahkan masyarakat.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Pemerintah Aceh telah dan menyampaikan keberatan dan protes keras kepada Managing Director PT Google di Jakarta.@Net

Komentar

News Feed