oleh

PT. Monokem Surya Melakukan Ilegal Mining Berdampak Merusak Lingkungkan

KALTENG, Mediapolri – Palangka Raya Satu unit rumah tipe 36 yang dijadikan kantor tidak resmi oleh penerimaan Puya atau Zirkon oleh PT Monokem di Jalan Garuda XI Gang II RT 03 Kota Palangka Raya sangat merugikan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Diketahui perusahaan ini di jalankan Oleh Saudara Edwin Suryantoko Wibowo yang telah lama beroperasi di Kalimantan Tengah dengan mengumpulkan Pasir Zirkon dari penduduk setempat yang menambang diduga secara ilegal di beberapa wilayah Kalimantan tengah
Sebagai berikut :
1. Wilayah Murui
2. Wilayah gunung mas
3. Wilayah Pujon
4. Wilayah Kereng Pangi
5. Wilayah Sebabi

Setelah pasir Zirkon tersebut dikumpulkan lalu dikirim ke Surabaya dengan harga tinggi. Sedang dari masyarakat dia membeli dengan sangat di bawah standar.

Masyarakat di wilayah Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Katingan Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya hanya merasakan dampak lingkungan setelah Zirkon nya diambil oleh pendatang dari luar pulau Kalimantan.

Dari hasil pantauan awak media ini di wilayah Kalteng, diduga penambangan Zirkon secara ilegal menyebabkan dampak lingkungan yang sangat masiv.

Di antaranya, beberapa sungai di Kawasan Pujon, Timpah Bawan dan lainnya mengalami pendangkalan. Jika sungai dangkal akibatnya di musim hujan akan berakibat banjir yang tak terkendali. Apabila musim kemarau panjang maka Kebakaran hutan mengganas. Bahkan menjadi bencana nasional.

Disamping itu, Habitat marga satwa yang dilindungi akan kehilangan tempat mencari kehidupan. Kemudian dari sisi pendapatan Asli darerah diduga juga berkurang lantaran diduga seorang penampung Zirkon tidak akan membayar pajak ke daerah.

“Banyak sekali kerugain yang ditimbulkan oleh penambangan Pasir Zirkon oleh PT. Sungai Batu Utama mulai dari dampak Ekosistem, lingkungan dan inkam daerah,” kata EDI salah satu warga Kalteng.

Menurut EDI, ia berharap pihak aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terhadap penambangan Zirkon di Wilayah Kalimantan Tengah.

“Kita berharap pihak penegak hukum melakukan penindakan terhadap penambang yang merugikan banyak pihak, minimal ditertibkan,” kata EDI kepada awak media Saat dikonfirmasih Sabtu, 12/O6/2020 Siang.@ Herry.f

Komentar

News Feed