oleh

PT. Arto Bangunan Cahya Diduga Serobot Tanah Warga, Bangun Pagar Tembok

BOGOR – Warga Kampung Bojong, Desa Bojong, Kacamatan Klapanunggal, mengeluh pasalnya, tanah miliknya diserobot tanpa pemberitahuan bahkan ganti rugi oleh pihak perusahaan.

Menurut keterangan warga, OP (58) mengatakan bahwa tanahnya telah diserobot oleh pihak perusahaan yang telah melakukan pemagaran tembok.

“sekitar 2 meter dan panjang kurang lebih 30 meter, tanah saya langsung dibangun pagar tembok, itukan sama halnya penyerobotan tanah milik saya,” katanya kepada media polri’ Selasa, (30/03/21)

OP juga menjelaskan, awal tanahnya dipagar tembok oleh pihak perusahaan, sebelumnya, lanjut OP mengatakan, tidak ada pemberitahuan tentang pergantian kompensasi pembayaran tanah miliknya.

“langsung bangun tembok itu perusahan di atas tanah saya, masalah ganti rugi pembayarannya bagaimana? dan sama sekali belum ada pembayaran atas penyerobotan tanah saya,” Jelasnya.

Menurutnya, pihak perusahan tidak memiliki etika atas penyerobotan tanah miliknya, dan juga sambung OP, terlebih dahulu pihak perusahan memberitahukan dan membahas pergantian pembayaran tanah kepada pemilik lahan jika ingin membangun tembok.

“tidak ada etika itu perusahan, tidak memberitahukan dan ganti rugi atas tanah warga, itu yang seharusnya,” Ujarnya menjelaskan.

OP menerangkan, bahwa legalitas kepemilikan tanahnya lengkap, Pajak setiap tahunnya dibayar, dan kepemilikan atas tanahnya tercatat di desa bojong.

“tanah saya lengkap bukti kepemilikannya, pihak desa pun mengetahui dan tercatat serta diakui, semua warga di sekita tau bahwa itu tanah milik saya,” Kata OP.

Pihak pemilik tanah, OP mengatakan tidak masalah jika pihak perusahan ingin membangun pagar tembok, meskipun masuk ke dalam ukuran tanah miliknya, asalkan ada pergantian pembayaran tanah miliknya terlebih dahulu sebelum membangun pagar tembok.

“saya tidak pernah menghalangi pihak manapun, baik pihak perusahan jika ingin membangun, tetapi harus membeli tanah saya terlebih dahulu, dan dibayarkan,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi pihak Pemdes Bojong, terkait diduga adanya penyerobotan lahan milik warga oleh pihak perusahan, Kepala Desa Bojong, Ade Nurdiana, mengatakan, Lagi di proses harus ada saksi nya 2 orng dulu.

Sekarang gini aja luas tanah ope liat di girik nya barapa meter…dan jg tanah milik PT brapa meter…kita lg telusuri itu…karna melibatkan saksi2 org2 jaman dulu. Ungkap nya kepada media polri'(Jumat 02/04/21)tim gun Bogor

Komentar

News Feed