oleh

Polsek Kalijati Polres Subang Hadiri Rapat Koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan Provinsi Jabar

SUBANG, Mediapolri – Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan dalam rangka Ops Aman Nusa II 2020, Polsek Kalijati Polres Subang menghadiri acara Rapat Koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov Jawa Barat dan Advokasi Pengendalian Pemotongan Ternak Rumanansia Betina Produktif di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Subang, Rabu (29/7/2020).

Kegiatan tersebut terlaksana atas arahan dan petunjuk Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani SIK MH MM melalui Kapolsek Kalijati AKP Prabowo SIP kepada Kanit Binmas Polsek Kalijati Ipda Bambang S dan Bhabinkamtibmas Desa Kalijati Timur, serta dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov Jawa Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kab. Subang, DKPP Prov Jawa Barat, dan DKPP Kab. Subang.

Selain itu juga dihadiri Polda Jabar diwakilkan oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas AKBP Natasya Karim SH, Kapolres Subang diwakili Ka Subag Sarpras Polres Subang Iptu Warjono, Kanit Binmas Polsek Kalijati Ipda Bambang S beserta Bhabinkamtibmas Kalijati Timur Aiptu Jojo, Kesehatan Polres Subang, Polsek Pamanukan beserta Bhabinkamtibmas Pamanukan Kota, Polsek Cisalak beserta Bhabinkamtibmas Cisalak, Polsek Sagalaherang beserta Bhabinkamtibmas Dayeuhkolot, dan Polsek Tanjungsiang beserta Bhabinkamtibmas Tanjungsiang.

Rapat tersebut membahas Pengendalian Pemotongan Ternak Rumanansia Betina Produktif, Optiminalisasi Bhabinkamtibmas dalam Pengawasan Pencegahan Pemotongan Ternak Rumanansia Betina Produktif, dan Rencana Aksi Kab Subang Pengendalian Pemotongan Ternak Rumanansia Betina Produktif pada masa Pandemi Covid-19.

Pembahasan tersebut diharapkan Polri melalui Bhabinkamtibmas dapat mensosialisasikan bahwa Sapi Betina Produktif dapat dikendalikan dan dilarang untuk dipotong. Sedangkan masyarakat yang memotong sapi Betina Produktif, karena ketidaktahuan masyarakat itu sendiri dan atau karena kesengajaan.

Apabila masyarakat sengaja memotong sapi betina Produktif dapat digolongkan Tindak Pidana. Dimana larangan penyembelihan sapi/kerbau betina produktif tertuang dalam Pasal 18 ayat 4 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyebutkan bahwa “setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Sementara dalam pasal 86 di Undang-Undang yang sama diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp100 juta serta paling banyak Rp300 juta.

Oleh karena itu pengawasan di sejumlah RSementara dalam pasal 86 di undang-undang yang sama diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta serta paling banyak Rp 300 juta.

Pengawasan di sejumlah RPH sudah diinstruksikan kepada para personel Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).

Tahap pertama mengedepankan langkah persuasif melalui imbauan dan sosialisasi. Langkah pidana bisa dilakukan oleh kepolisian setempat jika ada RPH yang melanggar diinstruksikan kepada para personel Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas). Tahap pertama mengedepankan langkah persuasif melalui imbauan. Langkah pidana juga bisa dilakukan oleh kepolisian setempat jika ada RPH yang melanggar. @Red

Komentar

News Feed