Polri Lakukan Patroli Siber, Terkait Penyebaran Virus Hoaks Corona

JAKARTA, mediapolri – Polri terus melakukan patroli siber terkait konten hoaks  dan disinformasi tentang virus wabah corona atau Covid-19 dan akan menindaklanjuti oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan media sosial untuk bantuan isu atau informasi yang benar-benar terkait dengan corona.

“Polri tetap melakukan patroli dunia maya atau siber. Jika ditemukan tidak berhasil ya di tindaklanjuti dapat dibatalkan Undang-Undang ITE. Saat ini sudah ada 22 kasus penyebaran informasi  hoaks , ”terang Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono SIK, M.Si, Rabu (18/03/2020).

Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Asep Adi Saputra, SH, SIK, MH, M.Si., mengatakan, sampai saat ini terdapat 22 kasus dan mengatur 22 orang sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong terkait virus corona.

“Kami mengumpulkan 22 tersangka dan 22 kasus terkait menyebarkan berita bohong. Dari 22 tersangka hanya satu yang diambil dari Ketapang, Kalimantan Barat. Pertimbangan yang penting karena dianggap penyidik ​​tidak kooperatif dan jarak tempat tinggalnya jauh dari Polres, ”jelas Kabag Penum.

Kabag Penum menjelaskan para tersangka ditetapkan oleh Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka, Polda Metro Jaya satu tersangka, Polda Kalimantan Timur dua tersangka, Polda Kalimantan Barat empat tersangka, Polda Sulawesi Selatan dua tersangka, Polda Jawa Barat tiga tersangka, Polda Jawa Barat tiga tersangka.

Kemudian, Polda Jawa Tengah satu tersangka, Polda Jawa Timur satu tersangka, Polda Lampung dua tersangka, Polda Sulawesi Utara satu tersangka, Polda Sumatera Selatan satu tersangka, dan Polda Sumatera Utara satu tersangka.

“Dalam hal ini dari kepolisian akan meningkatkan patroli siber untuk mencegah penyebaran  hoaks  terkait virus corona,” tambah Kabag Penum.

Sebelumnya diketahui, hasil yang diperoleh Tim Ais Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan 242 konten dan disinformasi terkait virus corona (Covid-19).@hms

Komentar