Polri Bentuk Satgas Lindungi Aset Masyarakat Dari Penipuan

Khusus terkait dengan risiko, setiap investor memiliki sikap toleransi terhadap risiko investasi yang berbeda-beda. Sebagian merasa nyaman untuk mengambil risiko (risk-takers), sebagian kurang berani atau ragu-ragu (risk-moderate), dan ada juga yang benar-benar tidak berani untuk mengambil risiko (risk-averse), Setiap orang (investor) perlu mengenali profil risiko masing-masing sebelum melakukan investasi.

Permasalahannya adalah bahwa masyarakat atau investor seringkali hanya memperhatikan tingkat imbal hasil yang ditawarkan (return) namun lupa dan kurang memperhatikan potensi risiko yang mungkin dihadapi jika memilih suatu bentuk investasi, seperti : melesetnya tingkat imbal hasil yang diharapkan (rugi), merosotnya nilai pasar dari investasi, gagal bayar, dan lain sebagainya.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab makin maraknya kasus penipuan dan korban penawaran investasi yang diduga ilegal kepada masyarakat. Masyarakat tergiur oleh iming-iming dan janji hasil investasi yang tinggi, tapi kurang memperhatikan dan memahami tingkat risikonya. Aspek legalitas lembaga yang menawarkan produk kurang diperhatikan, tertutup oleh janji hasil yang tinggi (seringkali tidak logis).

Oleh karenanya untuk memberantas investasi ilegal yang merugikan masyarakat, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, M.Si membentuk Satuan Tugas (Satgas) investasi, tugas dari Satgas investasi ini memberikan jaminan kepada masyarakat lokal maupun internasional, agar dapat berinvestasi dengan baik di Indonesia, Satgas akan mewapadai dan mengawasi investasi di Indonesia.

Kabag Penum Kombes Pol Asep Adisaputra, mengatakan “hal ini menjadi penting karena jaminan terhadap situasi Kamtibmas yang kondusif merupakan modal utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif juga, diperkirakan tahun 2020 ini akan banyak investor yang datang ke Indonesia untuk mendukung pembangunan secara nasional,” tutupnya.@humas

Komentar