SLEMAN — Di kaki Gunung Merapi yang gagah berdiri, sejuknya udara Cangkringan menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam wujud butiran jagung. Polresta Sleman bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III, yang digelar secara hybrid langsung di Area Lapangan Baru Naggong, Kepuharjo, dan terhubung secara virtual dengan berbagai daerah di Indonesia melalui Zoom Meeting.
Bukan sekadar menanam, kegiatan ini adalah pernyataan: bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, S.I.K., M.H., dan Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., didampingi Forkopimda, pejabat utama Polresta, serta para petani lokal yang menjadi ujung tombak perubahan.
Dalam sambutannya, Kapolresta Edy Setyanto menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas simbolik. “Kami ingin menanam harapan, bukan sekadar jagung. Harapan bahwa setiap jengkal tanah punya potensi untuk mensejahterakan,” tegasnya.
Senada, Bupati Sleman menyambut antusias langkah ini. “Jagung mungkin kecil, tapi maknanya besar jika ditanam dengan semangat kolaborasi. Ini bukti bahwa TNI-Polri, pemerintah, dan rakyat bisa bersatu menumbuhkan solusi,” ungkap Harda Kiswaya.
Yang menarik, PT Maxxi Agri Indonesia turut ambil bagian dalam gerakan ini dengan memberikan bantuan bibit dan pupuk untuk mengolah 2 hektare lahan perhutanan sosial. Ini bukan hanya tentang tanam-menanam, tapi juga bagaimana dunia usaha bisa terlibat aktif membangun negeri dari desa.
Dengan kegiatan yang terhubung nasional ini, Sleman menegaskan perannya dalam gerakan swasembada pangan. Tak hanya menambah pasokan pangan, kegiatan ini juga membuka ruang pemberdayaan petani lokal, mendorong produktivitas, dan merajut sinergi antara negara, masyarakat, dan sektor swasta.
Di lereng Merapi, hari itu bukan hanya jagung yang ditanam tapi harapan, semangat, dan optimisme untuk Indonesia yang lebih berdaulat pangan.@Tgk Sultan







