oleh

Polresta Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu 4,8 Kg dari Malaysia

JAKARTA – Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 4,8 kilogram jaringan internasional dari Malaysia yang dikirim ke Aceh, kemudian ke Pulau Jawa. Dari kasus tersebut, lima orang ditangkap degan inisial MT, 40; LY, 37; DN, 40; A, dan S.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Edwin Hariandja mengatakan, pengungkapan sabu jaringan internasional ini berdasarkan informasi dari masyarakat akan adanya pengiriman narkoba melalui jasa ekspedisi di wilayah Jakarta.

“Kami melakukan pengembangan mulai dari Jakarta hingga ke Jawa Timur. Kami berhasil meringkus MT dan LY, dari wilayah Sidoarjo serta DN, ditangkap di Mojokerto,” ujarnya, Rabu, 10 November 2021.

Menurut Edwin ketiga pelaku tersebut merupakan penerima paket atau kurir. Dari tangan ketiganya, pihaknya berhasil menyita sebanyak dua kilogram sabu.

“Setelah dilakukan penggeledahan tidak hanya barang haram yang disamarkan didalam balutan celana jeans akan tetapi senjata api jenis pistol lengkap dengan pelurunya,” jelasnya.

Edwin menjelaskan, setelah dilakukan pengembangan dari tiga tersangka MT, LY dan DN, mengerucut kepada bandar barang haram tersebut. Bandar tersebut membuka rumah makan mi Aceh di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Kami kembali meringkus dua tersangka berinisial A dan S di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,” ucap dia.

Dari tangan keduanya, pihaknya berhasil menyita sabu seberat 2,8 kilogram. Menurutnya, dengan disita sabu dengan total 4,8 kilogram itu, kepolisian dapat menyelamatkan setidaknya 45.000-50.000 jiwa.

“Sementara pengendalinya dari jaringan internasional ini adalah pria berinisial FRD yang masih DPO dan diketahui berada di dalam Lapas Porong, Sidoarjo,” katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka diganjar dengan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35vtahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.@mi

Komentar

News Feed