oleh

Polres Subang Amankan Aksi Unras dari LSM Dobrak Koalisi LSM Pendekar

SUBANG, Mediapolri.id – Jajaran Polda Jabar Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Kota KOMPOL Iwan Setiawan memimpin langsung pengamanan Aksi Unras dari LSM Dobrak Koalisi LSM Pendekar, di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Subang, Rabu (26/02/2020).

Menurut informasi yang diperoleh, Massa Aksi bergeser dari Sekertariat menuju Kantor Kejaksaan Negeri Subang. Saat tiba di lokasi, Feni alias Zendral langsung melakukan Orasi.

Pihaknya ingin mengetahui, sejauh mana Kejari Subang melakukan Tupoksinya (Tugas Pokok Fungsi,red) dalam mengusut secara tuntas kasus SPPD Fiktif DPRD Kabupaten Subang 2014-2019.

“Kami mohon kepada Kepala Kejari Subang agar dapat mengusut tuntas para pejabat yang melakukan Korupsi. Untuk penyalahgunaan Bos SD RA Kartini Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang pada tahun 2018 /2019,” tuntut Feni dalam orasinya.

Mengenai BAMDES (Bantuan Desa), kata Feni, di Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Pihaknya meminta untuk tegakan hukum.

“Jangan sampai Hukum itu tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” sambungnya.

Usai melakukan Orasi, perwakilan Aksi massa dari LSM Barak dan Pendekar yakni Zenderal, Erik, Nurhakim diterima oleh pihak Kejari Aditya Ismutomo S.H., Jaksa Bidang Intelejen Kejari Subang.

Tuntutan yang disampaikan oleh Feni diantaranya mendukung pihak Kejari untuk program WBK wilayah bebas korupsi, terkait SPPD Fiktif DPRD Kabupaten Subang yang belum ada kejelasan.

Untuk penyalahgunaan BOS SD RA Kartini Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang pada tahun 2018 /2019 dan mengenai BAMDES (Bantuan Desa) Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.

Adapun jawaban dari Aditya Ismutomo S.H, Jaksa Bidang Intelejen Kejari Subang menyebutkan, bahwa untuk SPPD fiktif sekarang ditangani oleh Pidsus.

“Namun, nanti bila ada perkembangan perkara, kami akan laporkan dan sampaikan ke Kasipidsus dan yang bersangkutan tidak ada di Subang, sedang ada acara diluar,” tuturnya.

Sementara, mengenai penyalahgunaan BOS SD RA Kartini di Kecamatan Ciasem dan Penyalahgunaan BAMDES Kecamatan Sagalaherang, Aditya menyebutkan, pihaknya akan membuka kembali berkasnya.

“Setalah itu, akan kami laporkan dan sampaikan kembali bila ada perkembangan,” sambungnya.

Usai mediasi, sekitar pukul 10.15 WIB, Massa Aksi membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Sekertariat.

@Rdk/rls/hms

Komentar

News Feed