oleh

Polres Malang Bersama Dishub Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen Uji Berkala Kendaraan

MALANG – Polres Malang bersama Dishub berhasil mengungkap sindikat pemalsuan dokumen kepengurusan Bukti Lulus Uji (BLUe) elektronik kendaraan di jembatan timbang Singosari, Kabupaten Malang.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan awalnya petugas Dishub Kabupaten Malang di jembatan timbang di Singosari, Kabupaten Malang menemukan kendaraan truk yang terindikasi membawa dokumen kartu BLUe palsu.

“Ada kendaraan truk indikasinya melakukan pemalsuan dan dilaporkan ke polres dilakukan penyelidikan dan penyidikan,” kata Budi Setiyadi, Kamis (27/8/2020)

Budi Setiyadi menambahkan, bersama Polres Malang, Kemenhub berkoordinasi mengenai pembongkaran BLUe palsu.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengakui awalnya pihaknya tak tahu mengenai kartu BLUe ini. Mengingat program kartu BLUe ini masih baru dan belum tersosialisasikan.

“Kartu BLUe ini kan kartu uji baru, awalnya saat masih asing dengan itu. Lalu kita lakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Memang saat ditemukan truk itu membawa kartu palsu, secara fisik sama tapi datanya tidak tercatat dalam sistem,” ungkapnya.

Dari sana pihak Satreskrim Polres Malang menelusuri sindikat kartu BLUe palsu ini hingga menangkap seseorang berinisial K (43), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Saat diamankan pelaku K disebut Kasatreskrim Polres Malang, mengakui membuat kartu BLUe palsu dibantu seorang rekannya berinisial AG. Namun saat dilakukan penggerebekan, AG sempat melarikan diri dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Pelaku K ini bekerjasama dengan AG, tapi AG ini sempat kabur. Namun hari ini subuh tadi, berhasil diamankan AG. Saat ini masih proses pengembangan AG dan K, mereka bekerjasama membuat kartu BLUe yang palsu,” terangnya.

Tiksnarto menambahkan, dalam beraksi para pemilik kendaraan truk dipatok tarif dari Rp450 ribu hingga Rp2 juta. Pelaku sudah menjalankan aksinya ini beberapa bulan lalu.

“Ini biayanya fantastis yang resmi puluhan ribu. Yang ini bisa dari Rp450 ribu – 2 juta. Pelaku mengaku sudah empat kali melakukan, tapi kami masih dalami lagi. Mungkin ada temuan baru,” ucapnya.

Kini kedua K dan AG telah ditetapkan tersangka dan ditahan Satreskrim Polres Malang. Keduanya diancam dengan Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan dokumen. “Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara,” ujarnya.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi bersyukur sindikat pemalsuan kartu uji lulus kendaraan yang sistem baru bisa dibongkar. Mengingat kartu Bukti Uji Lulus elektronik (BLUe) baru dijalankan pada 2020.@Red

Komentar

News Feed