PANDEGLANG – Antrean kendaraan di jalur pengisian Pertamax menjadi pemandangan yang tidak biasa di sejumlah SPBU di Pandeglang. Kondisi tersebut terjadi setelah stok Pertalite dilaporkan habis, sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM non-subsidi.
Di SPBU Pertamina 34.422.03 Labuan, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Labuan, misalnya, stok Pertalite dilaporkan habis sejak pagi hari pada Minggu (14/6/2026). Kondisi ini membuat para pengendara yang datang untuk mengisi BBM subsidi terpaksa mengalihkan pilihannya ke Pertamax.
Pemandangan antrean kendaraan pun terlihat di jalur pengisian Pertamax. Sebagian besar pengendara sepeda motor yang biasanya mengandalkan Pertalite tampak tetap mengisi BBM meski harus mengeluarkan biaya lebih besar dibanding biasanya.
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan usaha, ketersediaan bahan bakar menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, meski harga Pertamax lebih tinggi, mereka tetap membelinya agar mobilitas tidak terganggu.
Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut cukup memberatkan. Pengeluaran harian mereka meningkat karena harus membeli BBM non-subsidi di tengah kebutuhan ekonomi yang terus berjalan. Mereka berharap pasokan Pertalite segera kembali normal sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai peruntukannya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPBU terkait penyebab habisnya stok Pertalite maupun kapan distribusi akan kembali normal. Sementara itu, masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan tersebut agar kebutuhan bahan bakar warga dapat terpenuhi.
Kelancaran distribusi BBM subsidi dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang bergantung pada Pertalite sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Dengan pasokan yang kembali stabil, diharapkan beban pengeluaran warga tidak semakin bertambah.@Red







