KUPANG – Guna memerangi ancaman Narkortika di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di sepanjang tahun 2023, pihak Badan Narkotika Nasional ( BNN) NTT, telah mewujudkan beberapa capaian melalui program tahunan untuk mencegah peredaran gelap Narkotika di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui program turunan dari pusat ini, BNN NTT telah melaksanakan secara penuh, yakni program desa bersih dari Narkoba ( Desa bersinar) dua kelurahan, program ketahanan keluarga, dan pelatihan softskill siswa – siswi SMA di Kota Kupang.
Demikian disampaikan Kepala BNN NTT, Brigjen Pol. Riki Yanuarfi, SH, M.Si dalam kegiatan Press Release akhir tahun 2023 di Kantor BNN NTT, Jum’at (22/12/23) kemaren.
“Selain progam turunan juga dilaksanakan kegiatan inovatif seperti penyebarluasan informasi dan edukasi P4G untuk masyarakat NTT melalui penyiaran, podcast dengan edukasi bertajuk Mobil Layanan Masyarakat Anti Narkoba, yakni layanan sosialisasi atau penyuluhan berkeliling,” terang Yanuarfi.
Menurutnya,
Dari segi aspek pemberdayaan masyarakat, BNN telah melakukan berbagai terobosan maupun inovasi dengan mengajak masyarakat berperan aktif melalui program yang dicanangkan sepanjang Tahun 2023.
“Tes urin kepada masyarakat di lingkungan pendidikan, lingkungan swasta dan instansi pemerintah sebanyak 2.954 orang. Sedangkan pembentukan penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan sebanyak 30 orang dan masyarakat 30 orang,”katanya.
Dirinya menjelaskan, sepanjang Tahun 2023 ini, jumlah pecandu atau penyalagunaan narkotika yang telah menjalani rehabilitasi sebanyak 56 klien.
“Sepanjang Tahun 2023, BNN telah berhasil mengungkapkan 5 kasus dan dari penangkapan kasus narkotika tersebut. Selain itu BNN berhasil menyita barang bukti berupa Methampethamine (Shabu) sebanyak 18,18 gram dan THC (Ganja) sebanyak 683 gram dan telah dilakukan pemusnahan”.ungkapnya.
Pencapaian tersebut lanjut Yanuarfi, dilakukan BNN dengan menerapkan empat strategi, yakni soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach dan Cooperation. (DAS,).







