Nasional

Pengedar Obat Terlarang Diringkus Sat Resnarkoba Polres Purwakarta

0
×

Pengedar Obat Terlarang Diringkus Sat Resnarkoba Polres Purwakarta

Share this article

POLRES PURWAKARTA – Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Purwakarta menangkap seorang pemuda, yang diduga mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar, di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Pemuda tersebut diketahui berinisial MI (27 tahun) warga Kampung Cot Bareh, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.

banner 325x300

Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain melalui Kasat Res Narkoba AKP Yudi Wahyudi mengungkapkan, bahwa Pelaku tersebut diamankan di sebuah warung yang berada di Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu (05/05/2024) kemarin.

Yudi menerangkan, bahwasannya penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polres Purwakarta.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, penangkapan dilakukan setelah petugas melaksanakan observasi dan pengamatan terhadap orang yang dicurigai membawa obat terlarang,” terang Yudi, Selasa (14/05/2024).

Dari tangan pelaku, Yudi mengatakan, Petugas berhasil menyita barang bukti sebanyak 435 tablet warna kuning bertuliskan MF diduga obat jenis Hexymer, 180 butir obat keras jenis Tramadol, 1745 tablet warna kuning bertuliskan DMP diduga Dextromethorpham dan 8 bungkus plastik klip bening.

Selain itu, sambung Yudi, Petugas juga mengamankan sebuah tas slempang warna hitam, uang tunai sebesar Rp 445.000,- (Empat Ratus Empat Puluh Lima Ribu Ripiah), sebuah goodie bag warna merah dan Satu unit ponsel merk Oppo berwarna ungu.

Dari hasil pemeriksaan, Yudi menyebut, MI mengaku mendapatkan sediaan farmasi dari berbagai merek tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial B yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

”Obat-obatan sebanyak itu tidak hanya dikonsumsi sendiri. Tapi juga dijual pada orang lain,” jelas Yudi.

Terkait kasus ini, Yudi menegaskan, Tersangka dijerat Pasal 435 Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

”Ancaman hukumannya, berupa hukuman penjara maksimal 12 (Dua Belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar,” tegas Kasat Resnarkoba Polres Purwakarta AKP Yudi Wahyudi.@red