POLRI

Pedang Pora dan Becak Kehormatan, Cara Humanis Kapolres Jepara Lepas Purnabakti

0
×

Pedang Pora dan Becak Kehormatan, Cara Humanis Kapolres Jepara Lepas Purnabakti

Sebarkan artikel ini

JEPARA Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman , Kamis (1/1/2026). Pelepasan anggota purna tugas kali ini tak sekadar berlangsung khidmat, namun juga menghadirkan momen unik yang membekas: Kapolres Jepara turun langsung mengayuh becak untuk mengantar para purnawirawan.

Sebanyak 7 personel Polri dan 1 ASN resmi mengakhiri masa pengabdian. Setelah menerima piagam penghargaan, para purna tugas menjalani tradisi pedang pora sebagai simbol penghormatan institusi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun.

550x300

Yang membuat acara ini istimewa, Polres Jepara menyiapkan becak hias untuk mengarak para purnabakti berkeliling Mapolres. Tak hanya simbolik, becak-becak tersebut benar-benar dikayuh oleh Kapolres Jepara, Wakapolres, para perwira, hingga Bhayangkari sebuah gestur sederhana yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan.

Anggota Polri paling senior berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) menerima kalungan bunga dari Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso. Iring-iringan becak kehormatan itu disambut lambaian tangan dan tepuk hormat dari seluruh anggota yang berjajar hingga pintu gerbang Mapolres.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara menegaskan bahwa Wisuda Purna Bakti merupakan wujud rasa hormat dan penghargaan tulus dari institusi Polri kepada anggotanya yang telah menuntaskan perjalanan pengabdian dengan penuh kesetiaan dan pengorbanan.

“Sebagai pribadi dan pimpinan, saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel purna bakti atas dedikasi, loyalitas, dan darma baktinya selama bertugas, khususnya di Polres Jepara,” ungkapnya.

Ia juga berpesan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian. Para purnawirawan diharapkan tetap berperan aktif di lingkungan masing-masing, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta terus mendukung tugas-tugas Polri sesuai kapasitas dan keahlian.

“Saya mendoakan bapak dan ibu senantiasa diberikan kesehatan dan tetap bisa berkarya,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan wisudawan Kompol (Purn) Slamet Raharjo, yang terakhir menjabat sebagai Kapolsek Keling, menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan bimbingan selama bertugas. Ia juga memohon maaf apabila selama berdinas terdapat kekurangan maupun kesalahan.

“Kami berharap rekan-rekan yang masih aktif terus menjaga semangat pengabdian dan membawa Polri semakin profesional serta dicintai masyarakat,” tuturnya.

Pelepasan purnabakti dengan pedang pora dan becak kehormatan ini menjadi simbol bahwa penghormatan tidak selalu harus formal dan kaku, tetapi bisa hadir melalui sentuhan humanis, kebersamaan, dan ketulusan.@Tengkuzunet

error: mediapolri.id