POLRI

Pangdam III/SLW Kunker Ke Makorem 061/SK, Begini Pesan Sang Jenderal Santri Untuk Seluruh Prajurit

0
×

Pangdam III/SLW Kunker Ke Makorem 061/SK, Begini Pesan Sang Jenderal Santri Untuk Seluruh Prajurit

Sebarkan artikel ini

BOGOR – Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI. Kosasih S.E., melakukan kunjungan kerja di Korem 061/Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/01/2026).

Dalam kunjungan kerja Pangdam III/Slw tersebut didampingi oleh Ketua Persit KCK Daerah III/Slw Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Slw, Asintel Kasdam Siliwangi, Asops Kasdam III/Slw, Aster Kasdam III/Slw, dan Kapendam III/Slw.

550x300

Awal kunjungan kerja di Makorem 061/SK, Pangdam III/Slw menyampaikan arahan khusus kepada para Prajurit untuk memahami Tugas Pokok yang harus dilaksanakan oleh setiap individu.

“Prajurit harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing masing dengan mengetahui peran, tanggung jawab, serta batas kewenangannya sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan terarah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Panglima yang kerap dipanggil Jenderal Santri ini berpesan, bahwa setiap permasalahan yang ada dilaporkan sesuai dengan hierarkinya,

“Jika ada masalah jangan langsung laporan ke Pusat atau Komando Atas,” pesannya.

Selain itu, Pangdam III/Slw menyampaikan penekanan khusus kepada Prajurit Siliwangi, bahwa setiap prajurit TNI/ Ksatria Tanah Sunda tidak hanya gagah dan tanggung jawab di medan juang tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Warisan Sunda yakni Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi.

“Prajurit Siliwangi harus hadir sebagai Ksatria yang setia pada negara, berani menghadapi tantangan, tulus mengabdi kepada rakyat, membimbing dan melindungi sesama, serta menjaga kehormatan satuan dan bangsa,” tegasnya.

Pangdam III/Slw pun membeberkan makan dan arti dari kata PRAJURIT, diantaranya P (Professional), R (Religius), A (Adaptif), J (Jujur), U (Ulet ), R (Responsif), I (inisiatif), dan T (Tangguh).

“Setiap prajurit harus Professional, Religious, Adaptif, Jujur, Ulet, Responsif, Inisiatif, dan Tangguh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit,” imbuhnya.

Di akhir arahan, Panglima menyampaikan, bahwasannya dibalik Prajurit Tangguh ada istri yang setia. Menurutnya, seorang Istri Prajurit wajib mendampinggi suami baik dalam suka maupun duka.

”Karena kesetiaan dan dukungan itulah, yang menjaga keteguhan seorang Prajurit di medan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Jenderal Santri menutup arahan di depan Seluruh Anggota Korem 061/Suryakencana.

@DMaula

error: mediapolri.id