KALTENG — Operasi Zebra Telabang 2025 resmi berakhir dengan catatan ribuan pelanggaran lalu lintas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Dari 16 hingga 30 November 2025, sebanyak 13.006 pengendara terdata melakukan pelanggaran dan dikenakan tindakan oleh petugas di lapangan.
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penindakan pada tahun ini dilakukan melalui dua metode, yakni teguran simpatik dalam razia sistem hunting serta penindakan berbasis teknologi melalui ETLE.
“Pelanggaran yang dikenai teguran simpatik sangat beragam, mulai dari pengendara tanpa helm SNI hingga pengemudi yang nekat melawan arus,” ujar Kombes Erlan.
Kombes Erlan menjelaskan, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mencatat peningkatan signifikan. Dari hanya 17 kasus pada 2024, jumlahnya melonjak menjadi 137 kasus pada 2025. ETLE mobile juga meningkat dari 176 menjadi 226 kasus.
Sebaliknya, tilang manual mengalami penurunan sangat drastis, dari 2.346 kasus di tahun 2024 menjadi hanya 53 kasus tahun ini. Jumlah teguran bertambah dua kali lipat lebih, dari 5.905 menjadi 12.590 teguran.
Meski total penindakan meningkat, tren pelanggaran berdasarkan jenis kendaraan menunjukkan perkembangan positif. Data mencatat penurunan besar pada: Pelanggar roda dua turun 85%, dari 1.669 kasus menjadi 245 kasus, Pelanggar roda empat turun 80%, dari 848 kasus menjadi 171 kasus.
Penurunan ini dinilai sebagai indikasi meningkatnya kesadaran berkendara di kalangan masyarakat.
Selama masa operasi, terjadi 49 insiden kecelakaan dengan 15 korban meninggal dunia. Tahun sebelumnya, tercatat 47 insiden dengan 12 korban meninggal.
Meski angka kecelakaan sedikit meningkat, Kepolisian menilai kesadaran masyarakat masih perlu diperkuat, khususnya menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru.
Kombes Erlan menegaskan bahwa Operasi Zebra Telabang merupakan bagian dari langkah awal menciptakan kondisi aman menjelang Operasi Lilin 2025.
“Kami berharap setelah operasi ini berakhir, kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga Kamseltibcarlantas dapat terwujud,” pungkasnya.
Dengan rampungnya Operasi Zebra Telabang 2025, Polda Kalteng kini fokus mempersiapkan pengamanan puncak arus mudik dan balik Nataru 2025–2026 bersama seluruh stakeholder terkait.@Red







