LAHAT – Pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang digelar Polres Lahat pada pekan pertama membuahkan hasil positif. Dua pucuk senjata api diserahkan secara sukarela oleh masyarakat melalui perangkat desa di wilayah hukum Polsek Pseksu dan Polsek Merapi.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan peredaran dan kepemilikan senjata api ilegal sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di Kabupaten Lahat.
Di wilayah hukum Polsek Pseksu, satu pucuk senjata api laras panjang diserahkan masyarakat Desa Muara Cawang melalui perangkat desa kepada pihak kepolisian. Penyerahan berlangsung tertib dan disaksikan oleh perangkat desa bersama Bhabinkamtibmas setempat sebelum senjata tersebut diamankan sesuai prosedur.
Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Merapi, satu pucuk senjata api laras pendek juga diserahkan secara sukarela oleh perangkat Desa Negeri Agung, Gustrio. Penyerahan dilakukan secara kooperatif sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K. mengapresiasi peran aktif masyarakat dan perangkat desa yang telah mendukung keberhasilan operasi tersebut. Menurutnya, hasil yang dicapai tidak terlepas dari pendekatan humanis yang dilakukan jajaran kepolisian melalui sosialisasi, edukasi, dan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyimpan maupun memiliki senjata api tanpa izin yang sah.
“Keberhasilan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat. Operasi Senpi Musi 2026 tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga langkah persuasif dan preventif melalui edukasi mengenai bahaya serta konsekuensi hukum kepemilikan senjata api ilegal,” ujar Kapolres.
Ia berharap penyerahan senjata api secara sukarela tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk turut mendukung upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Lahat.
Polres Lahat juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama, untuk terus bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif demi mendukung kelancaran pembangunan daerah.@Red







