Way Kanan – Dalam rangka memperingati 47 tahun Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan Jembatan Bumi Ayu di Kabupaten Way Kanan. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa industri pasar modal tidak hanya berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Peresmian jembatan dihadiri oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Lampung, Nurwanto; Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang; Direktur KPEI, Umi Kulsum; Direktur KSEI, Eqy Essiqy; serta perwakilan Yayasan Sahabat Pedalaman, unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, OJK menekankan bahwa kehadiran jembatan ini tidak hanya sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan simbol keterlibatan pasar modal dan industri jasa keuangan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jembatan Bumi Ayu bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan juga menjadi jembatan literasi dan inklusi keuangan. Dengan akses yang lebih baik, anak-anak bisa lebih mudah bersekolah, warga cepat memperoleh layanan kesehatan, serta masyarakat semakin dekat dengan akses keuangan formal. Hal ini penting mengingat masih ada kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dengan pemahaman masyarakat dalam mengelolanya,” jelas Nurwanto.
Direktur Teknologi Informasi dan Dukungan Bisnis KPEI, Umi Kulsum, menambahkan bahwa jembatan baru ini memiliki arti penting bagi aktivitas warga. Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan jembatan lama yang sudah rapuh namun tetap menjadi satu-satunya jalur menuju sekolah, kebun, pasar, dan puskesmas. Kini, dengan jembatan baru sepanjang 60 meter, warga dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman. Infrastruktur ini diharapkan mempermudah akses pendidikan, mempercepat pelayanan kesehatan, serta menunjang perekonomian lokal.
Melalui pembangunan Jembatan Bumi Ayu, industri pasar modal menunjukkan komitmennya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses pendidikan yang lebih terbuka, layanan kesehatan yang lebih dekat, serta peluang ekonomi yang semakin luas menjadi manfaat nyata bagi warga di pelosok Way Kanan.
OJK Provinsi Lampung mengapresiasi kolaborasi BEI, KPEI, KSEI, Yayasan Sahabat Pedalaman, dan pemerintah daerah dalam merealisasikan program CSR ini. Sinergi semacam ini diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai wilayah lain di Lampung agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat pembangunan infrastruktur sekaligus peningkatan literasi serta inklusi keuangan.@Sella







