POLRI

Noel di Balik Rompi Oranye: Akui Bersalah, Enggan Lawan KPK

0
×

Noel di Balik Rompi Oranye: Akui Bersalah, Enggan Lawan KPK

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Suasana di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2025) siang, mendadak ramai ketika mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel muncul mengenakan rompi oranye khas tahanan. Tangannya terikat borgol, langkahnya pelan, namun sorot kamera tak berhenti mengikutinya.

Di hadapan awak media, Noel yang juga dikenal sebagai Ketua Prabowo Mania itu akhirnya buka suara. Ia tidak berusaha membela diri, melainkan langsung mengakui kesalahannya.

550x300

“Saya mengakui kesalahan saya dan saya mempertanggungjawabkan kesalahan saya,” ucap Noel singkat, tanpa berusaha menutupi rasa penyesalan di wajahnya.

Saat ditanya soal kemungkinan menggugat status tersangkanya melalui praperadilan, Noel menolak tegas.

“Enggak, enggak usah (praperadilan),” jawabnya singkat.

KPK sebelumnya menetapkan Noel sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut Noel bukan hanya mengetahui adanya praktik pemerasan, tetapi juga membiarkannya, bahkan meminta bagian.

“Peran IEG jelas. Dia tahu, membiarkan, bahkan ikut meminta jatah. Itu bukti keterlibatannya aktif,” tegas Setyo dalam konferensi pers, Jumat (22/8/2025).

Kasus ini sekaligus menutup ruang pembelaan Noel yang sempat digadang sebagai tokoh vokal di lingkar politik nasional. Kini, mantan pejabat yang dulu duduk di kursi Wamenaker itu harus bersiap menjalani proses panjang di meja hijau.

Noel sendiri hanya meninggalkan pesan singkat: ia pasrah, tidak akan melawan lewat jalur hukum. Pengakuan itu menandai babak baru perjalanan kasus sertifikasi K3 yang menyeret nama besar ke jeruji besi.@red

error: mediapolri.id