POLRI

Niat Suci Berujung Duka: Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Gagal Haji Usai Tertipu Rp600 Juta

0
×

Niat Suci Berujung Duka: Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Gagal Haji Usai Tertipu Rp600 Juta

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Harapan menunaikan ibadah haji berubah menjadi duka mendalam bagi sepasang suami-istri (pasutri) pedagang pecel lele asal Kota Bekasi. Impian berangkat ke Tanah Suci pada musim Ibadah Haji 2026 pupus setelah keduanya menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp600 juta.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/B/153/IV/2026/SPKT. Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi, yakni menjanjikan percepatan pemberangkatan haji.

550x300

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari korban pada 11 April 2026.

“Ada warga masyarakat Kota Bekasi, suami istri, mereka menyampaikan bahwa menjadi korban penipuan,” ujarnya, Minggu (13/4/2026).

Peristiwa bermula saat korban diminta menyerahkan data KTP elektronik. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk mengunduh sebuah aplikasi melalui tautan yang dikirimkan, dengan dalih memperbarui data kependudukan.Namun, setelah aplikasi diunduh, ponsel korban justru mengalami gangguan serius.

“Tiba-tiba handphone-nya nge-hang, tidak bisa dibuka sama sekali,” jelas Rian.

Kepanikan pun memuncak. Pasutri tersebut segera menuju ATM untuk memastikan kondisi rekening mereka. Betapa terkejutnya, saldo ratusan juta rupiah yang selama ini dikumpulkan dari hasil berdagang telah raib.
“Mereka curiga dan mengecek ke ATM, ternyata saldonya semua sudah terkuras habis, kurang lebih hanya tersisa Rp400 ribu,” tambahnya.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Korban terlebih dahulu akan dimintai keterangan,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan digital yang kian canggih, terlebih yang mengatasnamakan program keagamaan seperti ibadah haji.

Di balik kisah ini, terselip luka mendalam: bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga pupusnya harapan menapaki perjalanan spiritual yang telah lama diimpikan.@Red

error: mediapolri.id