MEDIA POLRI – Langit Indonesia tak hanya menjadi jalur mobilitas manusia dan barang, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan jaringan kejahatan transnasional. Menyadari ancaman tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng PT Citilink Indonesia dalam sebuah langkah strategis yang bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan tegas: ruang udara Indonesia harus steril dari narkotika.
Komitmen itu dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Direktur Utama Citilink Darsito Hendrosaputro di Kantor Pusat Citilink, Tangerang, Banten, Senin (2/3).
Berbeda dari kerja sama pada umumnya, sinergi ini menyentuh aspek hulu hingga hilir. Tidak hanya memperkuat pengawasan terhadap potensi penyelundupan narkotika melalui bagasi dan kargo, tetapi juga memastikan setiap awak pesawat bebas dari penyalahgunaan narkoba. Edukasi kepada penumpang melalui media penerbangan pun menjadi bagian dari strategi preventif.
Kepala BNN RI menegaskan, kolaborasi ini adalah bentuk keberanian bersama menghadapi extraordinary crime yang kian adaptif memanfaatkan celah transportasi modern.
“Ini bukan sekadar dokumen kerja sama, melainkan gerakan kolektif menjaga kedaulatan ruang udara dari infiltrasi narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Citilink memandang kemitraan ini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan publik. Maskapai berkomitmen menghadirkan layanan yang aman dan berintegritas, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi penyelundupan.
Dengan MoU ini, pertukaran informasi, koordinasi lintas sektor, hingga langkah preventif dan represif akan diperkuat secara berkelanjutan. Di tengah mobilitas global yang semakin tinggi, kolaborasi ini menjadi pesan jelas bahwa perang terhadap narkotika tidak hanya berlangsung di darat dan laut, tetapi juga di udara.@Tgk Zunet







