oleh

Buat Kue Brownies dan Pukis Campur Ganja, Pelaku Diciduk Polres Jepara Bersama BNNP

JEPARA, Mediapolri – Mengaku Belajar pengetahuan dari youtube, akhirnya malah mengantarkan pemuda FES, 24 tahun penduduk Kelurahan Demaan Jepara harus berurusan dengan Pihak yang berwajib.

Kepala BNNP propinsi jawa tengah Bengkeng Politik Bengu Gunawan, Kapolres Jepara dan Bupati Jepara saat menunjukkan barang bukti.

Pasalnya ketrampilan yang di dapat dan diterapkan adalah membuat kue brownies dan pukis dengan campuran ganja. Anehnya penjualan Kue ini dikirim ke Jakarta dan kota lainya dengan pembelian model online

Modus yang relatif baru ini berhasil tercium oleh jajaran BNNP Provinsi Jawa Tengah yang kemudian bekerja cepat dengan jajaran Polres Jepara dan Kantor Bea Cukai Kudus. FES akhirnya ditangkap dirumahnya Senin 27 Juli lalu oleh aparat gabungan.

IMG 20200730 WA0132Sebelumnya aparat gabungan telah mengawasi pengiriman ganja dari Makasar sebanyak 6, 1 gram melalui JNE. Tersangka memesan ganja melalui toko online di aplikasi instagram dengan ID sativaindica.id dengan nama pengguna Sativa Indica pada tanggal 16 Juli.

“Ganja seharga Rp. 1,2 juta yang dibungkus dengan aluminium tersebut akan dibuat untuk ramuan Campuran pembuat roti,” ujar Ketua BNNP Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Benny Gunawan dalam jumpa pers yang berlangsung di Polres Jepara, Kamis ( 30/7-2020) siang.

Jumpa pers juga dihadiri Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Bupati Jepara Dian Kristiandi dan Kepala Kantor Bea Cukai Kudus. Gatot Sugeng Wibowo

Menurut Benny Gunawan, mengedarkan ganja dalam kue adalah modus yang relatif baru.

“ Disamping dampaknya bisa dua kali lipat dari ganja biasa, penjualannya juga dilakukan secara online hingga Jakarta, Semarang dan kota besar lain,” paparnya.

Tersangka sudah 4 bulan beraksi dan satu paket kue yang terdiri 4 potong harganya mencapai Rp. 600 ribu, tambah Benny.

Karena perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 111 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan nacnaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda Rp. 800 juta.@Rohmad

IMG 20200730 WA0133

Komentar

News Feed