BOGOR – Suasana hangat penuh gagasan mengalir dalam Sarasehan Kebudayaan Nusantara yang digelar di Yayasan Bambu Indonesia, Bogor, Minggu (1/3).
Di antara para tokoh budaya dan pemangku kebijakan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto hadir membawa pesan tegas: kebudayaan adalah fondasi ketahanan moral bangsa.
Mengusung tema “Kebudayaan Pancasila sebagai Daya Hidup Bangsa Menuju Peradaban Nusantara Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan beragam perspektif dalam satu tujuan besar merawat jati diri Indonesia di tengah derasnya arus perubahan global.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Asep Nuroni. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, melainkan strategi masa depan.
Dalam pandangan BNN, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila bukan hanya simbol ideologi, tetapi energi sosial yang menghidupkan daya tahan masyarakat. Kebudayaan yang berakar kuat diyakini mampu menjadi benteng terhadap berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang menggerus generasi bangsa.
BNN menilai, upaya pemberantasan narkotika tak bisa berdiri sendiri sebagai langkah represif semata. Penguatan karakter, pendidikan nilai, dan revitalisasi budaya lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pencegahan jangka panjang. Ketika identitas bangsa kokoh, maka daya rusak narkotika akan semakin teredam.
Sarasehan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat diajak untuk membangun sinergi berkelanjutan dalam menjaga marwah kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat persatuan, memperteguh identitas nasional, sekaligus mendorong pembangunan yang berkeadaban.
Momentum ini diharapkan menjadi titik temu antara visi kebudayaan dan agenda ketahanan nasional. Dari ruang sarasehan di Bogor, pesan itu menggema: menjaga budaya berarti menjaga masa depan bangsa.@Red







