oleh

Mantan Anak Buah Sri Mulyani jadi Gembong Pemalsuan Tanah di Bogor

BOGOR – Kepolisian Resor (Polres) Bogor menangkap enam orang, salah satu pelaku merupakan mantan pegawai honorer di Kemenkeu. Penangkapan tersebut terkait penipuan jual beli aset tanah milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Penipuan jual beli aset tanah milik Kemenkeu seluas 2.000 meter persegi itu berada di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin menjelaskan, modus para pelaku yakni dengan membuat surat tanah palsu mirip dengan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, agar mampu meyakinkan pembeli.

Para pelaku berinisial AS, D, R, IS, MS dan A. Tersangka utama dalam kasus ini berinisial AS. Dia merupakan mantan pegawai honorer di DJKN. Dia bertugas sebagai pengawal objek tanah.

“Tapi setelah dia tidak kerja lagi, dia mengaku sebagai orang DJKN untuk melakukan penipuan,” kata dia.

Mereka membuat surat tanah palsu untuk kemudian membuka blokir di Kantor BPN Kabupaten Bogor.

“Ternyata setelah koordinasi dengan BPN, surat itu palsu,” kata Iman, Kamis 13 Januari 2022.

Para pelaku juga melakukan pembuatan surat tanah palsu untuk tanah-tanah yang lain. Dari kejadian tersebut, kerugian yang ditimbulkan oleh kelompok AS dan kawan-kawannya mencapai Rp15 miliar, dengan Rp10 miliar kerugian yang dialami para pembeli dan Rp5 miliar kerugian dialami Kementerian Keuangan.

“Terhadap keenam orang tersangka, kami kenakan pasal 263 ayat satu dan ayat dua KUHP dengan ancaman pidananya enam tahun penjara,” jelas Iman.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo Tarigan mengatakan jika pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya.

“Ada dua orang DPO. Satu sebagai perantara dan satu lagi yang memproduksi sertifikat palsu,” tutur Siswo.@req

Komentar

News Feed