oleh

Live Streaming, Irjen Pol. Dr Agung Makbul Tinjau Langsung Pembangunan Bendungan di Kuningan

KUNINGAN – Sejumlah pejabat pusat dari Kemenkopolhukam (Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan) meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Kuningan, di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (18/02/2021).

Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi Irjen Pol. Dr. Agung Makbul Drs., S.H., M.H. mengapreasisai jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam rangka percepatan progres pembangunan Bendungan Kuningan.

Irjen Pol. Agung Makbul melakukan peninjauan, untuk mengetahui secara jelas yang menjadi fokus dengan ketahanan nasional sumber daya alam, salah satunya yaitu Bendungan Kuningan.

“Jadi hasil output-nya akan dilaporkan kepada Menkopolhukam dan akan dibahas pada rapat kabinet. Sebab, di Jawa Barat itu dibangun sebanyak 7 bendungan untuk mendukung ketahanan air dan irigasi,” paparnya.

Lebih lanjut Irjen Agung Makbul menambahkan, dari 7 bendungan yang dibangun itu, salah satunya berada di Kabupaten Kuningan. Karena itu, dalam kunjungan ke Kabupaten Kuningan kali ini, sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan.

“Apabila dibandingkan dengan proyek bendungan yang serupa di Indonesia, memerlukan waktu cukup lama. Bahkan ada sampai dengan puluhan tahun baru dapat terselesaikan,” sambungnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih berkat sinergitas yang baik, sehingga semua dapat terlaksana dengan cepat.

“Karena di Kabupaten Kuningan ini termasuk cepat, dengan waktu 7 tahun progres proyek pembangunan strategis ini sudah mencapai 97 persen. Semoga di tahun ini, dapat terselesaikan semuanya,” harap Irjen Pol. Agung Makbul.

Hal senada, Marni Asmarni (Staf Ahli Menko Polhukam Bidang SDA dan Lingkungan Hidup) menyampaikan, dalam rangka meningkatkan nilai tambah dari SDA, pemerintah harus fokus untuk membangun insfratuktur termasuk mikro tanah yang merupakan insfrastruktur pelaksanaan pembangunan bendungan.

“Kemudian untuk tahun 2014-2020, bendungan baru yang dibangun oleh pemerintah berjumlah 18 bendungan dan belum selesai secara sempurna. Ini akan berlanjut sebanyak 16 bendungan baru di seluruh Indonesia, tentunya semua ini adalah salah satu usaha kita dalam menjadikan bangsa kita untuk berdaulat di dalam bidang pangan,” paparnya.

Sementara itu, Dian Rachmat Yanuar selaku Sekda Kabupaten Kuningan menuturkan, bahwa Pembangunan Waduk Kuningan merupakan proyek strategis nasional wujud nyata agenda pemerintah.

“Untuk menunjang kegiatan pembangunan bendungan, tentunya diperlukan kegiatan pengadaan tanah. Akibat adanya kegiatan pengadaan tanah tersebut, cenderung menimbulkan dampak sosial masyarakat di lokasi kegiatan,” tuturnya.

Dian Rachmat Yanuar membeberkan, bahwasannya keberhasilan secara fisik sudah mencapai 100 %. Kemudian, dari sisi pengembalian tanah sudah 97%, tinggal menyisakan 3 % untuk beberapa kendala lain.

“Sehingga untuk kendala tersebut, Insyaallah sudah ada tiitk temunya. Kita optimis, sesuai dari harapan kita semua waduk ini akan diisi air mulai bulan Juli 2021,” pungkasnya. @DMaula.

Komentar

News Feed