oleh

Latihan Penanggulangan Kebocoran Kapal Perang, Begini Kegiatan Siswa Dikmaba TNI AL

SURABAYA – Dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit siswa, sebanyak 73 Prajurit siswa Dikmaba (Pendidikan Pertama Bintara) TNI AL XLI/1 mengikuti Lattek Penanggulangan kebocoran kapal, bertempat di Puspeknubika (Pusat Penyelamatan Kapal, Nuklir, Biologi dan Kimua) Kodiklatal, Bumimoro, Surabaya, Senin (10/01/2022).

Kegiatan Lattek tersebut, ditinjau langsung oleh Danseba Letkol Laut (T) Sungkono A.Md., dengan diikuti oleh Prajurit siswa Kejuruan Mesin dan Kejuruan Listrik, Sekolah Bintara (Seba) Pusdiktek (Pusat Pendidikan Teknik) Komando Pendidikan Bantuan Umum (Kodikdukum).

Danseba Pusdiktek Letkol Laut (T) Sungkono A.Md. mengatakan, beberapa materi yang dipraktekan dalam kesempatan itu diantaranya adalah Latihan Peran Kebocoran Kapal, Latihan Penanggulangan Kebocoran Lambung Kapal, dan Latihan Penanggulangan Kebocoran Lunas Kapal.

“Sebelumnya, seluruh siswa sudah mendapat materi tentang pengenalan alat-alat Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika). Dan, bagaimana cara menggunakan alat-alat tersebut sesuai dengan prosedur,” kata Letkol Laut (T) Sungkono A.Md.

Dalam Lattek tersebut, sambung Sungkono, di skenariokan kapal yang ditumpangi peserta Lattek mengalami kebocoran yang terjadi di kamar mesin lambung kanan kapal. Kebocoran ini, karena lambung kapal terkena tembakan kapal musuh, sehingga harus segera ditangani. Kemudian, Tim PEK melaksanakan penanggulangan dengan menggunakan bak salumbar, balok penekan, metal skoring, baji-baji. Dengan kesigapan para prajurit siswa Pusdiktek, kebocoran dapat segera diatasi oleh Tim PEK.

Skenario lainnya, kebocoran terjadi di lunas kapal karena terkena ranjau musuh. Tim PEK melaksanakan penanggulangan dengan peralatan bak salumbar, balok penekan, muahroom stoper. Namun, karena kondisi kebocorannya sudah cukup parah, kebocoran tidak dapat diatasi dan dilaksanakan peran peninggalan.

Dengan mengikuti Lattek tersebut, Danseba Pusdiktek berharap, para Prajurit Siswa dapat menambah dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan Dikmaba TNI AL dalam menangani kebocoran di kapal perang.

”Dengan memiliki kemampuan tersebut, maka mereka siap untuk melaksanakan tugas, baik di kapal perang maupun di Pangkalan TNI Angkatan Laut,” sambungnya.

Menurutnya, peristiwa kebakaran dan kebocoran di kapal perang maupun di Alut sista TNI-AL lainnya, tidak menutup kemungkinan terjadi sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, kata Danseba Pusdiktek, dari kejadian tersebut mengharuskan peningkatan kewaspadan bagi personel yang mengawaki.

”Melalui lattek ini, diharapkan para prajurit menjadi motor dalam pencegahan terjadinya kebocoran di KRI yang sedang melaksanakan operasi,” pungkas Danseba Pusdiktek Letkol Laut (T) Sungkono A.Md.

@Red

Komentar

News Feed