oleh

Kordinator Penyuluhan KB Dikonsel Diduga lakukan PUNGLI Kepada Kader PPKBD dan Sub PPKBD

KONSEL, Mediapolri – Kader PPKBD dan Sub PPKBD adalah kader desa yang mempunyai tugas membantu tersebarnya informasi KB ke masyarakat dan membantu dalam menciptakan pembangunan keluarga sejahtera para kader PPKBD dan Sub PPKBD juga berperan dalam melakukan penyuluhan, pembinaan pelayanan KB, membina kelompok catur bina, serta membantu melakukan penyuluhan kepada akseptor KB,”

Langkah Ini sebagai wujud dukungan Pemkab Konsel, Atas program ini, agar kader PPKBD dan SUB PPKBD melakukan dan meningkatkan pembinaan di desa kelurahan, yang telah dicanangkan sebagai kampung KB.

Kampung KB yang sudah terbentuk, dapat menjadi sasaran kerja seluruh sektor, sehingga secara perlahan kemajuan sumber daya manusia di desa atau kampung tersebut semakin lebih meningkat,”

Hingga 2019 dalam satu wilayah Desa terdiri Dari satu orang PPKBD dan satu orang sub PPKBD, dan dikordinir Oleh Kordinator Penyuluhan KB Tingkat kecamatan

Didalam melaksanakan tugasnya PPKBD Dan sub PPKBD, Pemda Konsel melalui DPPKB, telah memberikan fasilitas berupa biaya transportasi

Adapun besaran transportasi ialah. Rp150.000./satu kali melaksanakan Penyuluhan Dan telah ditentukan dalam satu Bulan sebanyak dua Kali melakukan kegiatan ditambah dengan biaya pengolahan data. Sebesar Rp100.000.dengan uang snack sebesar Rp 90.000.

Tetapi Fakta berbanding terbalik hal Ini dikeluhkan Beberapa PPKBD, dan sub PPKBD, mengaku kepada media adanya Dugaan praktik pungutan liar (PUNGLI) Dan manipulasi laporan pertanggungjawaban

Hal Ini mencuak sehari sebelum adanya pemeriksaan dari Inspektorat yang telah dilakukan Beberapa Hari yang lalu.jelasnya

Kami disampaikan Oleh Kordinator Penyuluhan KB inisial R, Bahwa Hari Ini akan ada pemeriksaan dari Inspektorat”tolong Kita jawab. kalau ditanya bilang saja uang transpor Rp300.000 uang pengolahan data 100.000.uang snack 90.000.tolong selamatkan Kami.jelasnya menirukan arahan Kordinator Penyuluhan KB, inisial R, melalui group whattshap.

Tetapi Kata Dia. Saya Tidak sempat diperiksa Karena kami diinfokan tiba-tiba kami tidak berada ditempat, sehingga kami tidak ikut diperiksa

Lebih lanjut Dia memberkan kalau biaya transpor kami hanya terimah 600.000/triwulan Seharusnya kami terimah 900.000/triwulan.tapi Katanya 300.000 dipotong untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ)dan Kami juga tidak pernah menerimah uang pengolahan data yang 100.000 maupun uang snack yang 90.000.bebernya.kepada awak media

Ditempat terpisah Kepala bidang Penyuluhan dan penggerakan DPPKB Kab, Konsel, Nurtin SE,diruang kerjanya kepada media ini mengatakan Dirinya menjabat baru saja beberapa bulan yang lalu namun tanggung jawab ini tidak mungkin saya akan lepas katanya

Saya baru dilantik januari kemarin 2020 tetapi kan tidak mungkin saya mau lepas tanggung jawab.terus mengenai PPKBD dan Sub PPKBD. Tugas mereka adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat melakukan pengolahan data sehingga PPKBD dan Sub PPKBD ini diberikan biaya transportasi maupun dana pengelolaan data dan lai-lain. Mengenai transferannya itu alurnya dari Kasda ditransfer ke rekening pengelolah keuangan dari situ lagi ditransfer kerekening PPKBD.terang Nurtin SE,

Dikomfirmasi melalui telepon PPKBD. dan Sub PPKBDnya menjelaskan bahwa Sistem pembayaran biaya transfortasinya tidak melalui transfer tetapi dibayarkan secara tunai oleh Kordinator inisial (R).

Biaya transfor kami dibayar tunai tidak melalui rekening karena kami tidak memiliki rekening jelasnya.

Saya berharap kedepan ini agar semua yang menjadi hak-hak Kader PPKBD maupun sub PPKBD supaya diberikan seutuhnya tidak usah lagi kami diperbodohi kesalnya

Kami juga berharap atas kejadian ini pihak kepolisian maupun kejaksaan agar bisa melakukan penelusuran untuk mengungkap dugaan Kasus Pungutan liar PUNGLI.yang terjadi Harapnya(Jamrun)

Komentar

News Feed