Korban Iba Terhadap Pelaku Pencurian Berujung Restorative Justice, Begini Penjelasan Kapolsek Taman Sari Jakbar

JAKARTA – Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat kembali menerapkan Restorative Justice terhadap kasus pencurian sepeda motor, yang terjadi di wilayah Taman Sari Jakarta Barat, Selasa (17/01/2023).

Kasus pencurian sepeda motor tersebut dilakukan oleh pelaku berinisial FH yang telah melakukan pencurian sepeda motor milik korban bernama Hadi, di Jalan Keutamaan Dalam, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

Pelaku berinisial FH nekat melakukan pencurian, lantaran dirinya terpepet akan kebutuhan ekonomi.

“Pelaku terpaksa mencuri sepeda motor karena butuh untuk biaya kontrakan dan untuk makan,” ujar Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Rohman Yonky Dilatha, saat dikonfirmasi, Selasa (17/01/2023).

AKBP Rohman Yonky Dilatha menjelaskan, bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (25 Desember 2022) lalu, ketika korban Hadi keluar rumah dan melihat sepeda motornya sedang di otak-atik oleh Pelaku.

Kemudian, sambung AKBP Yonky, korban bertanya kepada pelaku, “Sedang Ngapain,” ucap AKBP menirukan ungkapan Korban.

Dan dijawab oleh pelaku, “Lagi Benerin Lampu Kabel,” ucapnya kembali meniru kan ucapan korban.

lalu korban bertanya kembali kepada pelaku, “Emang nggak tahu ini motor siapa.?” dan dijawab oleh pelaku “Motor saya ini pak”.

Mendengar jawaban pelaku, lalu korban marah dan teriak maling sehingga warga keluar lalu pelaku berhasil diamankan dan di giring ke Pos RW dan kemudian dilaporkan ke pihak Polsek Metro Taman Sari.

Dari hasil penyidikan, didapat informasi bahwa motif pelaku nekat melakukan aksi pencurian tersebut lantaran Pelaku FH nekat melakukan pencurian lantaran dirinya terpepet akan kebutuhan ekonomi.

“Pelaku terpaksa mencuri sepeda motor karena butuh untuk biaya kontrakan dan untuk makan,” terang AKBP Yongky.

Pelaku diketahui, baru saja terkena PHK oleh majikannya, sehingga dirinya nekat melakukan aksi pencurian tersebut.

“Dengan adanya kondisi tersebut, kemudian kami dari Polsek Metro Taman Sari mencoba untuk mempertemukan korban dengan pelaku untuk dilakukan mediasi atas dasar kemanusiaan,” beber AKBP Yongky.

Dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari KOMPOL Roland Olaf Ferdinan, pihaknya mempertemukan kedua pihak (Korban dan Pelaku) tersebut.

Setelah dijelaskan, dari hasil penyidikan dari penyidik kemudian korban merasa iba terhadap pelaku dan bersedia memaafkan perbuatan korban.

“Keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum lebih lanjut dan membuat surat pernyataan,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari KOMPOL Roland Olaf Ferdinan menerangkan, bahwa ini merupakan atensi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo melalui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imran kemudian diteruskan kepada Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Pasma Royce untuk mengedepankan program Restorative Justice dalam penanganan perkara.

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021, tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

Perpol tersebut yang menjadi acuan dasar penyelesaian perkara dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana untuk memberikan kepastian hukum.

“Di Perpol tersebut mengatur tentang penghentian penyelidikan (SPP-Lidik) dan penghentian penyidikan (SP3) dengan alasan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif,” terang KOMPOL Roland.

Kedepan, pihaknya akan melaksanakan dan mengedepankan Restorative Justice dalam penanganan perkara sekaligus melihat faktor kemanusiaan.

@Red

Komentar