JAKARTA – Proses seleksi penerimaan peserta didik baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) angkatan kedua resmi dimulai. Kegiatan kick off seleksi digelar oleh Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari dan Polri, Selasa (28/10/2025) pukul 10.00 WIB di Gedung Rupattama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Prof. Dedi Prasetyo, bersama Chairman sekaligus Co-founder Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, Dirgayuza Setiawan, beserta jajaran. Mendikti Sains dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, turut memberikan sambutan secara virtual melalui tayangan video.
SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan sekolah unggulan yang mengusung misi mencetak calon pemimpin bangsa berwawasan global. Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) serta sistem seleksi masuk yang ketat untuk menjaring siswa berprestasi terbaik dari seluruh Indonesia.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 13,5 hektare di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini rencananya akan menjadi pusat pendidikan modern berbasis karakter dan kepemimpinan. Sementara itu, kegiatan belajar-mengajar untuk angkatan pertama masih dilaksanakan sementara di kampus mitra Global Darussalam Academy, Yogyakarta, hingga pembangunan gedung utama selesai.
Gagasan pendirian SMA KTB berawal dari inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sekolah unggulan di Indonesia. Kapolri mengungkapkan, pertemuannya dengan Dirgayuza Setiawan dan Romahurmuziy menjadi titik awal percepatan realisasi sekolah tersebut.
“Gayung bersambut, karena pada saat itu Bapak Presiden juga sedang merancang sekolah-sekolah unggulan di Indonesia, sehingga seluruh prosesnya menjadi lebih mudah,” ujar Jenderal Sigit saat meresmikan angkatan pertama SMA Kemala Taruna Bhayangkara pada Juli lalu.
Proses seleksi calon siswa dilakukan melalui dua tahap — tingkat daerah dan tingkat pusat. Peserta wajib memenuhi standar akademik tinggi, dengan nilai minimal 80 untuk mata pelajaran IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta menjalani tes kesehatan, psikologi, dan jasmani.
Dalam pesannya, Jenderal Sigit menyebut para siswa sebagai aset berharga bangsa.
“Kalian adalah mutiara-mutiara terbaik yang ditemukan dari berbagai daerah. Ibarat emas, kalian akan digembleng menjadi emas 24 karat. Saya titipkan kepada para guru dan pembina, bentuklah mereka menjadi pemimpin sejati untuk masa depan Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Dengan dimulainya seleksi angkatan kedua ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan terus menjadi wadah lahirnya generasi muda berkarakter, cerdas, disiplin, dan siap bersaing di tingkat global.@Red







