ACEH TAMIANG — Sentuhan penuh empati mewarnai kunjungan Ketum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, saat mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian Jembatan Kuala Simpang, Kamis (11/12/2025). Kehadirannya bukan sekadar membawa bantuan, namun juga menghadirkan kehangatan bagi warga yang tengah kehilangan tempat tinggal dan sanak keluarga akibat banjir bandang.
Sejak tiba, Juliati disambut riuh tawa anak-anak yang antusias menerima mainan dan snack yang dibawanya. Tidak hanya memberikan bantuan, Juliati menyapa satu per satu anak, mengajak berbincang, hingga bermain bersama untuk memulihkan trauma kecil mereka.
Di sudut tenda pengungsian, suasana haru pecah saat seorang ibu menceritakan detik-detik rumahnya dihantam banjir. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menggambarkan kepanikan saat angin menerjang, seng beterbangan, hingga air bah menghanyutkan rumah warga.
“Dengan kedatangan Bapak Ibu ke sini, kami benar-benar merasa ditolong,” ucap sang ibu sambil terisak. “Anak-anak bisa tertawa lagi, tidak stress, terhibur dengan mainan dan makanan. Terima kasih banyak, Bu. Semoga Allah membalas kebaikan Ibu.”
Juliati langsung memeluk ibu itu, memberikan ketenangan di tengah suasana penuh duka.
Selain memberikan bantuan langsung, Kapolri meninjau berbagai fasilitas darurat yang disiapkan Polri di lokasi. Mulai dari dapur lapangan, trauma healing, water treatment, hingga posko kesehatan yang melayani para pengungsi tanpa henti.
Tak hanya itu, Kapolri juga meninjau proses pembersihan lumpur di tiga lokasi paling terdampak SDN 01 Karangbaru, Masjid Syuhada, dan Mapolres Aceh Tamiang. Sebanyak 200 personel diterjunkan untuk memulihkan kondisi wilayah pascabencana.
Untuk kebutuhan pengungsi, Polri mengerahkan 6 truk bantuan berisi perlengkapan darurat, logistik, seragam sekolah, tandon air, pompa, genset, hingga bantuan khusus dari Ketum Bhayangkari seperti makanan, obat-obatan, selimut, mukena, dan pakaian layak pakai.
Bantuan tersebut menjadi napas baru bagi 240 warga yang saat ini bertahan di posko pengungsian.
Kehadiran Kapolri dan Ketum Bhayangkari memberi pesan bahwa negara benar-benar hadir. Tidak hanya dengan alat dan logistik, tetapi juga dengan empati, pelukan, dan penguatan moral yang sangat dibutuhkan para korban.
Di tengah tenda-tenda darurat Aceh Tamiang, tawa anak-anak kembali terdengar tanda bahwa harapan perlahan bangkit di antara duka.@Tgk Zunet







