OKU TIMUR – Ratusan siswa dari jenjang TK hingga SMA di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mengikuti kegiatan Pagi Ceria bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang digelar di lapangan SMP Negeri 1 Belitang, Kamis (22/1).
Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) yang diikuti secara antusias oleh para siswa, guru, kepala sekolah, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran Mendikdasmen disambut hangat dan penuh semangat. Tanpa suasana formal yang kaku, Abdul Mu’ti langsung berinteraksi dengan para siswa dan menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan.
“Baru sebentar saya di OKU Timur, tetapi pagi ini sudah memberi kesan yang luar biasa. Melihat anak-anak yang bersemangat seperti ini, Indonesia ke depan akan menjadi Indonesia yang hebat dan kuat,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan berkarakter. Ia mengajak para siswa untuk membangun tiga bekal utama dalam meraih kesuksesan, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan kerendahan hati.
Selain itu, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) sebagai pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih cepat.
Momentum Pagi Ceria juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Mendikdasmen mengajak seluruh warga sekolah untuk saling menghormati, menolak segala bentuk perundungan, serta menjadikan sekolah sebagai rumah bersama.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, tempat anak merasa diterima dan dihargai. Tidak boleh ada perundungan, baik secara lisan, fisik, maupun di dunia digital,” tegasnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Bupati OKU Timur Lanosin yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pagi Ceria di SMP Negeri 1 Belitang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh sederhana namun bermakna dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan ramah anak.
Bahkan, atas permintaan Bupati OKU Timur, Senam Anak Indonesia Hebat dilaksanakan dua kali karena suasana yang sudah terlanjur meriah dan penuh semangat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter di Kabupaten OKU Timur.@R.N







