Kecintaan Seorang Kepada ALLAH SWT Bergantung Kepada Kadar Dzikirnya

BANDUNG, mediapolri.id – Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M., menghadiri kegiatan Binrohtal (Bimbingan Rohani dan Mental), turut dihadiri pula oleh para pejabat utama Polda Jabar dan anggota Mapolda Jabar.

Bimbingan rohani dan mental diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al- Qur’an Surat Ali Imron ayat 5 dan ayat 6 oleh Wadir Lantas Polda Jabar AKBP H. Ahmad Fuady S.H., S.I.K., M.H., dilanjutkan dengan Dzikir Asmaul Husna.

K.H. Yusuf Muhammad menjadi penceramah dalam Tausyiah kali ini, dengan mengusung tema tentang Mahabbah dalam bimbingan Al Qur’an.

Dalam tausiyahnya, K.H. Yusuf Muhammad menyampaikan, diantara sebab yang dapat menumbuhkan dan membangkitkan rasa kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT yaitu membaca al-Qur’an dengan bertadabbur.

“Dan memahami maknanya seperti seseorang yang berusaha memahami dan mensyarahkan sebuah kitab yang telah dihafalnya. Berusaha untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dengan amalan amalan sunnah setelah menyempurnakan amalan yang wajib,” ucapnya dalam Tausyiah.

Dengan hal ini, seorang hamba akan dapat mencapai derajat “Hamba Yang Dicintai ALLAH SWT” setelah melepasi derajat “Hamba Yang Mencintai ALLAH Swt”. Senantiasa berzikir dan mengingat Allah SWT dalam setiap waktu dan keadaan, dengan hati dan lisan serta dengan amal perbuatan yang baik

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan, kecintaan seorang hamba kepada ALLAH SWT bergantung kepada kadar dzikir dan ingatannya kepada Allah SWT.

“Selalu mengutamakan perkara perkara yang Allah SWT Cintai, dibandingkan dengan perkara dunia dan ketika hawa nafsu menguasai manusia, selalu berusaha meraih perkara yang Allah SWT cintai, walaupun dengan jalan kesusah payahan,” tuturnya.

Lebih lanjut KH. Yusuf Muhammad mengatakan, menyibukkan hati untuk mengenal dan bertadabbur dengan nama nama dan sifat sifat ALLAH SWT, dengan berulang ulang serta merenungi.

“Hamba yang mengenal kesempurnaan ALLAH SWT dalam hal nama, sifat dan perbuatan-NYA, pasti akan dapat mencintai- NYA. Merenungi segala bentuk kebaikan, karunia, pemberian dan nikmat dlohir dan batin yang ALLAH SWT limpahkan kepada setiap hamba-NYA serta menundukan hati sepenuhnya di hadapan ALLAH SWT,” ujar Penceramah.

Ia pun menyampaikan contoh, seperti ketika seorang tunduk meminta hajatnya yang mendesak atau meminta ampunan dan bertaubat kepada ALLAH SWT dengan bersungguh sungguh hingga berlinangan air matanya, sangat disukai ALLAH SWT.

Beribadah seorang diri menghadap ALLAH SWT pada sepertiga malam terakhir, ketika Allah SWT turun ke langit dunia. Berdoa kepada-NYA dan membaca Al-Qur’an, kalam-NYA yang mulia, melaksanakan tata cara ibadah yang diajarkan oleh Nabi Muhammmad SAW di hadapan-NYA, kemudian menutup wirid malamnya itu dengan taubat dan istighfar.

“Dengan jalan inilah, manusia akan dapat mencapai Darjat Mahabbah, yaitu kemurnian cinta hingga mereka bertemu dengan Dzat yang mereka cintai,” tutup penceramah KH. Yusuf Muhammad.

@Rdk/hms

Komentar