JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kaum buruh merupakan mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, Polri berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan pemenuhan hak-hak pekerja sekaligus menjaga stabilitas keamanan agar iklim investasi tetap kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, terciptanya lapangan kerja yang luas membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan para pekerja.
“Polri terus mendorong perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak buruh serta meningkatkan kesejahteraan para pekerja,” ujar Kapolri.
Ia menjelaskan, sinergi yang telah terjalin antara Polri dan kalangan buruh merupakan modal penting dalam mengawal berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama di bidang hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing nasional.
Kapolri menilai keberhasilan program-program tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
Menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis, Jenderal Sigit mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi. Menurutnya, hanya dengan kebersamaan Indonesia mampu melewati berbagai tekanan global dan menjaga laju pembangunan nasional.
“Perjuangan bersama akan membawa Indonesia melewati berbagai tantangan. Dengan persatuan, kita dapat terus tumbuh dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Peresmian Sekretariat Bersama KBPBI menjadi simbol semakin eratnya hubungan kemitraan antara Polri dan organisasi buruh. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan terhadap hak-hak pekerja, tetapi juga menciptakan hubungan industrial yang harmonis, menjaga stabilitas nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.@Red







