TABANAN – Di balik aroma harum tumisan dan kesibukan para relawan dapur, sebuah kunjungan istimewa terjadi di Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) milik Yayasan Danendra Upadana, Kamis (17/7). Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., datang langsung bersama jajaran untuk menyapa, mengecek, dan menyemangati para relawan yang sedang menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)—program nasional yang kini berdenyut di dapur Biwi Group, Jalan Ir. Soekarno, Kediri, Tabanan.
Bukan sekadar kunjungan formal, kehadiran Kapolres Tabanan terasa hangat. Ia disambut langsung oleh Ketua Yayasan Danendra Upadana, DR Ida Bagus Putu Astina, S.H., M.H., MBA, CLA, seorang tokoh yang tak hanya akademisi, tapi juga pejuang gizi rakyat.
“Dapur ini bukan sekadar tempat masak. Ini pusat harapan,” ujar Kapolres sambil meninjau alat masak besar yang menguarkan aroma sedap. “Kami sangat mengapresiasi kesiapan yang luar biasa ini. Program MBG akan berdampak besar bagi masyarakat baik dalam pemenuhan gizi maupun dalam menggerakkan ekonomi petani lokal,” tambahnya.
Lebih dari itu, dapur ini ternyata juga menjadi laboratorium sosial. Di sinilah para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberi pelatihan intensif dari cara memilih bahan segar, teknik memasak sehat, hingga distribusi makanan ke sasaran yang membutuhkan.
“Bimbingan teknis ini baru pertama di Indonesia,” ungkap DR Ida Bagus Putu Astina dengan bangga. “Kami ingin program MBG bukan hanya sekadar bagi-bagi makanan, tapi proses yang berkelanjutan, penuh ilmu, dan bermartabat.”
Dalam kunjungan itu, Kapolres Tabanan bersama tuan rumah tidak hanya berdiskusi, tapi juga ikut menengok pelaksanaan bintek, menyapa para relawan, dan mengecek kesiapan logistik. Suasana hangat dan penuh semangat terasa nyata—sebuah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi non-profit bisa benar-benar menyentuh akar persoalan bangsa: gizi dan kesejahteraan.
Kunjungan berakhir dengan harapan besar: semoga dapur BGN di Tabanan ini menjadi contoh inspiratif di berbagai wilayah lain, bahwa dapur bisa menjadi gerakan perubahan dari sepiring nasi, lahir generasi negeri yang lebih sehat, cerdas, dan kuat.@red







