oleh

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa Bersama Forkopinda Melepas Liaran Tukik

JEMBRANA, Mediapolri – Bertempat di Penangkaran Penyu Kurma Asih, banjar. Mekarsari, Desa Perancak Kab. Jembrana, Kapolres AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa S.I.K, Bersama Forkopinda Kabupaten Jembrana Melepas Liaran Tukik sekaligus Penyerahan secara simbolis sarana dan prasarana perikanan. Jumat, (03/07/20).

Dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan sebanyak 450 ( empat ratus lima puluh ) ekor tukik Penyu telah dilaksanakan Pelepasan Liaran dalam rangka memotivasi partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup, terutama ikut serta melestarikan hewan langka yang dilindungi .

Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati Jembrana I Putu Artha, SE.MM, Anggota Komisi II DPRD Prov. Bali I Ketut Sugiasa S.H, Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, SE.MM, Dandim 1617/ Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Kapolres AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, Kajari Pipiet Suryo Wibowo, SH.,MH., Ketua Pengadilan Negeri Benny Octavianus, SH. MH, Sekda Kab. I Made Sudiada, SH,MH, Para Asisten Setda Kab Para OPD Kab
Camat atau yang mewakili. Kasat Polair Polres Iptu H. Eddy Waluyo, Kades Perancak I Nyoman Wijana, Ketua Penangkaran Penyu Kurma Asih Petancak beserta anggota, Perwakilan Kelompok Nelayan

Kadis Lingkungan Hidup Kab. Jembrana dalam Laporannya menyampaikan , Pelepasan tukik dan penyerahan sarana secara simbolis di Penangkaran Penyu Kurma Asih Desa Perancak bahwa berdasarkan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup kemudian Pergub 97 tahun 2018 dan Pergub 47 tahun 2019, yang melatar belakangi kegiatan ini karena semakin berkurangnya populasi penyu laut lepas diakibatkan karena penangkapan penyu untuk konsumsi dan ditambah lagi sekarang ini banyak penyu mati karena pencemaran wilayah laut.

Sehingga mengancam populasi penyu tersebut kemudian adanya partisipasi dari kelompok masyarakat pelestari penyu yaitu pelestari penyu hasil, Tujuan dari kegiatan ini untuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan kolaborasi dan partisipasi untuk menjaga lingkungan hidup dengan cara tidak membuang sampah ke laut atau media air lainnya sehingga tingkat pencemaran kualitas air dapat ditekan dan tujuan dalam kondisi pandemi covid -19.

Kami ingin menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Bupati Jembrana dalam sambutannya menyampaikan Pelepasan liaran Tukik dari jenis penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dalam kondisi pandemi covid -19 adalah untuk menyampaikan pesan moral kepada kita semua agar senantiasa ingat dan peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup sesuai dengan Visi Nangun Sad Kertih Loka Bali dan Visi Kabupaten Jembrana.

“Terwujudnya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul dan Berdaya Saing Dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Menuju Masyarakat Jembrana Yang Sejahtera.” Dalam Visi tersebut mengandung makna untuk menjaga alam Bali baik sekala dan niskala.

Lebih lanjut di katakan Bupati Artha, Keberlangsungan populasi penyu di laut bebas terancam oleh adanya perburuan liar, penangkapan penyu untuk dikonsumsi dan ditambah lagi dengan tercemarnya habitat penyu oleh sampah terutama sampah plastik.

Maka dari itu, mulai bulan Juli Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Program Stopping The Tap Ocean Plastics (STOP) melaksanakan kegiatan Kampanye Perubahan Perilaku Masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mau memilah sampah rumah tangga dari sumbernya berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019.

” Keterlibatan dan peran serta seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian popualasi penyu, dan dukungan pihak swasta melalui CSR-nya, masyarakat yang berada disekitar wilayah pesisir untuk dapat bersinergi dalam upaya pelestarian penyu, serta kepada para pemerhati lingkungan agar terus menggemakan upaya- upaya pelestarian lingkungan khususnya penyu baik kepada masyarakat secara langsung maupun melalui media, Semoga dengan pelepasliaran tukik ini, populasinya dapat bertambah dan berkembang dengan baik sehingga penyu dapat terhindar dari kepunahan.” Ucap Bupati Jembrana I Putu Artha, S.E. M.M.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Jembrana juga menyerahkan secara simbolis sarana dan prasarana perikanan tangkap berupa bahan jaring oleh Bupati Jembrana kepada 22 kelompok nelayan se-Kab. Jembrana kemudian diakhir acara dilanjutkan dengan Pelepasan Liaran Tukik sebanyak 450 ekor tukik oleh Bupati Jembrana beserta tamu undangan lainnya ,”Tandasnya@andre.

Komentar

News Feed