oleh

JUT Desa Sumurbatu Proyek Distan Pertanian Pandeglang, Sarat Penyimpangan

PANDEGLANG, Mediapolri – Proyek Pembangunan Jalan usaha tani (JUT) atau jalan pertanian yang dibangun di desa Sumurbatu kecamatan Cikeusik, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten, realitanya sarat akan penyimpangan. Realita dilokasi kegiatan pembangunan proyek tidak dilengkapi pemasangan papan nama proyek, Kamis (16/7/20).

Pemasangan papan nama proyek merupakan bagian dari implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat lembaga maupun media bisa turut mengawasi proses pembangunan. Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi segala bentuk kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, namun tanpa papan nama proyek proses pengawasan itu tidak berjalan dengan baik.

Hasil pantauan dilokasi pekerjaan media onlline buserkriminal.com, selain tidak adanya papan nama proyek ada beberapa titik pekerjaan yang kurang maksimal, seperti untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA) belum terpasang, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B (LPB) baru terpasang 15 cm untuk ketinggiannya.

Adanya proyek pemerintah dikerjakan tanpa papan nama, pengawas lapangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang yang merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan di bidang Pertanian dianggap tutup mata, Seharusnya pihak pemerintah melakukan memonitoring di lapangan dan menegor ketua kelompok tani selaku pelaksana agar memasang papan nama proyek saat di mulai pekerjaan hingga akhir kegiatan.

Penggiat kontruksi, Iping mengatakan, kegiatan pekerjaan proyek harus memperhatikan tahapan-tahapan proyek, diantaranya tahap perencanaan (Planning), tahap perancangan (Design), tahap pelaksanaan (Construction) yang didalamnya termasuk pemasangan papan informasi proyek itu sangat lah perlu, dan itu kewajiban pelaksana.

“Pelaksana kegiatan wajib memasang papan proyek karena itu sangatlah penting agar masyarakat mengetahui rincian kegiatan, dan sebagai upaya transparansi kepada publik mendasar pada Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” ucap Iping

Iping menilai kegiatan pembangunan jalan usaha tani di desa Sumurbatu Kecamatan Cikeusik yang tidak memasang plang nama proyek, sudah melanggar Peraturan Presiden dan Undang – Undang.

“Selain Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), kewajiban pemasangan papan nama proyek di lokasi kegiatan secara umum, ada sejumlah peraturan perundang-undangan yang dapat menjadi rujukan, antara lain yaitu: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014,” jelas Iping.

Ia menambahkan soal pemasangan papan nama proyek harus dilakukan berkaitan dengan persiapan lapangan, dan ditentukan lokasi pemasangan nama proyek yang strategis, mudah dibaca, dan aman terhadap gangguan.

“Kewajiban pemasangan papan proyek
dalam praktiknya selalu diabaikan yang seharusnya sebelum dan selama kegiatan membangun dilaksanakan harus dipasang papan proyek yang mencantumkan nama proyek, nama pelaksana, lokasi, tanggal pekerjaan dimulai, jumlah anggaran, dan waktu pelaksanaan serta ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat,” tutup Iping sebagai penggiat kontruksi dalam staitmennya.

Terpisah H. Jamani ketua Kelompok Tani Jami II desa Sumurbatu ketika dikonfirmasi lewat telephone genggam mengatakan tidak bisa untuk bertemu dikarnakan sedang ada kesibukan.

“Saya tidak bisa bertemu dikarnakan lagi ada kesibukan ada yang dari dinas pertanian, nanti nelpon lagi saja,” tulisnya lewat pesan singkat WhatsApp.

Ia beralasan pekerjaan belum beres, dan nanti diselesaikan untuk beskosnya, dan juga berm, serta stum, itu baru setengah jadi.

“Belum beres itumh, nanti di bereskan untuk beskos dan juga berm serta stum,” jelas H. Jamani.

H. Jamani menerangkan untuk papan informasi proyek tidak dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya RAB, dan jika diadakan malam akan menjadi masalah.

“Dari dulu juga tidak ada papan inpormasi proyek, jadi kalo saya adain nanti malah jadi masalah,” tutup H. Jamani ketua Kelompok Tani Jami II selaku pelaksana proyek pembangunan JUT di desa Sumurbatu Kecamatan Cikeusik. @Kasman

Komentar

News Feed