SUKABUMI – Tiga hari pasca banjir bandang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, semangat kemanusiaan tampak nyata di lapangan. Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat masih berjibaku di tengah lumpur, puing, dan sisa-sisa material yang menghantam ratusan rumah warga.
Operasi recovery dan pembersihan ini dimulai sejak Kamis (30/10/2025) pagi pukul 09.20 WIB. Satu peleton Brimob Jabar diterjunkan bergabung bersama unsur SAR gabungan — dari Polairud, TNI, BPBD, hingga warga setempat — memusatkan upaya di Desa Cikahuripan, titik terdampak paling parah.
Hingga pukul 14.29 WIB, para personel tampak bahu-membahu mengangkat material lumpur yang menimbun rumah warga. Tercatat, sebanyak 612 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang tersebut.
Kegiatan itu bukan sekadar rutinitas tanggap bencana, melainkan wujud nyata pengabdian Brimob untuk kemanusiaan.
“Kami akan terus berkomitmen membantu masyarakat hingga situasi benar-benar pulih. Brimob hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tapi juga saat masyarakat berjuang untuk bangkit,” tegas Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K., Dansat Brimob Polda Jabar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi antara Polri, TNI, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya recovery pasca-banjir di Cisolok,” ujarnya.
Mengusung semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” personel Brimob Jabar terus menunjukkan dedikasi tanpa pamrih. Meski kelelahan tampak di wajah, tekad mereka untuk memastikan Cisolok kembali pulih tidak surut sedikit pun.
Dari lumpur yang menenggelamkan harapan, Brimob Jabar membantu masyarakat menegakkan kembali kehidupan satu sekop lumpur, satu atap rumah, satu semangat kemanusiaan.@Red







