JAKARTA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 yang dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Dalam kurun 15 hari, sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026, aparat berhasil mengungkap 1.160 kasus kriminalitas dan mengamankan total 1.540 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, dari Operasi Pekat Jaya saja terungkap 772 kasus dengan 937 pelaku. Dari jumlah tersebut, 487 orang dilakukan penahanan, sementara 450 lainnya menjalani pembinaan karena sebagian masih berusia di bawah umur.
“Capaian Operasi Kepolisian kewilayahan Pekat Jaya 2026 ini merupakan komitmen nyata dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga menyita berbagai barang bukti hasil kejahatan. Di antaranya senjata tajam, obat-obatan terlarang, minuman keras, petasan, hingga narkotika dalam jumlah signifikan.
Barang bukti yang disita meliputi 225.280 butir obat terlarang, 20.802 botol minuman keras, dan 572 petasan. Untuk narkotika, petugas mengamankan 11.422,03 gram sabu dan 40.492,8 gram ganja. Selain itu, turut disita tembakau sintetis, serbuk ekstasi, serta uang tunai sebesar Rp23.683.000.
“Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya telah menyelamatkan ratusan ribu generasi penerus bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegas Budi.
Sementara dalam pelaksanaan KRYD pada periode yang sama, aparat mencatat 388 kasus dengan 603 orang diamankan. Dari jumlah tersebut, 158 orang diproses secara hukum dan 445 lainnya menjalani pembinaan.
Rangkaian operasi ini menjadi bagian dari strategi preventif dan represif Polda Metro Jaya guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang Ramadan—momen yang identik dengan peningkatan aktivitas sosial dan mobilitas warga di ibu kota.@Red







